Rumah Therapy's posts with tag: penyakit
Masyarakat diharapkan lebih waspada ketika berobat dengan tidak membuang bukti pembayaran, catatan resep, dan mencatat penjelasan dokter tentang penyakitnya sehingga dapat segera diketahui jika terjadi kasus malpraktik. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan, Iskandar Sitorus, di Jakarta, kemarin mengatakan, masyarakat cendrung lalai dan tidak menyimpan bukti-bukti berobat. "Masyarakat cenderung tidak peduli, padahal bukti-bukti itu sangat diperlukan jika terjadi kasus malpraktik. Masyarakat sendiri tidak siap dengan adanya kasus malpraktik, mereka tidak menyadari jika kasus malpraktik bisa terjadi pada siapa saja," katanya. Menurut dia, masyarakat harus membiasakan mencatat semua keterangan dokter ketika berobat dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penyakit yang diderita. "Jangan langsung mempercayai apa saja yang dikatakan dokter, tetapi berusaha mencari informasi-informasi tambahan dan jangan segan-segan bertanya kepada dokter tentang obat yang dikonsumsi atau penanganan yang akan dilakukan," katanya. Sejak tahun 2003 hingga 2006, kata Iskandar, LBH Kesehatan telah menerima 373 kasus kesehatan dari seluruh Indonesia, dari 90 kasus di antaranya malpraktik. Kasus pendanaan, katanya, yaitu kasus penolakan atau penyanderaan oleh pihak rumah sakit, dilakukan karena pasien tidak memiliki dana cukup untuk membayar obat atau biaya rumah sakit. "Kasus pendanaan biasanya dapat ditangani langsung dengan memberikan surat kepada pihak rumah sakit untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai. Jika tidak bisa secara damai maka dibuat laporan ke polda. Ada juga klien yang langsung lapor ke polda. Masyarakat perlu tahu bahwa mereka memiliki hak untuk memperoleh kesehatan dan pemerintah harus menyadarinya," kata Iskandar seperti dikutip kantor berita Antara. Iskandar mengatakan, umumnya kasus yang ia tangani mengambil jalan damai, yaitu sekitar 200 kasus. Sedangkan 110 kasus telah dilaporkan ke polda setempat. "Sekitar 85 persen orang yang mengajukan kuasa langsung kepada LBH Kesehatan adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka mengalami kesulitan saat membayar biaya pengobatan atau tidak memiliki uang untuk berobat sehingga meminta bantuan," kata dia. Berdasarkan data yang dimiliki LBH Kesehatan, sampai dengan empat tahun terakhir, jumlah kasus yang ia tangani rata-rata meningkat sekitar 80 persen. sumber ; suarakarya online
Salah satu hal yang sangat umum sekali dikenal orang tentang 'dokter gigi' adalah 'mencabut gigi'. Padahal notabene profesi dokter gigi tidak hanya selepas mencabut gigi. Maklumlah, bidang kedokteran gigi sekarang ini luas sekali cakupannya terlepas dari 7 bidang kedokteran gigi.
Ok, saya ngga akan membahas masalah bidang kedokteran gigi yang lain. Saya ingin sedikit membahas tentang proses pencabutan gigi, baik dari segi indikasi dan kontra indikasinya, alat-alat yang digunakan, tehnik, dan prosedur yang umum dilakukan. Sudah banyak sebenarnya literatur yang mungkin bisa memberikan penjelasan lebih detil tentang pencabutan gigi, apa yang saya jelaskan mungkin berdasarkan pengalaman 'mencabut gigi' beberapa pasien saya.
Apa sih sebenarnya 'mencabut gigi' itu? Mencabut gigi merupakan proses pembedahan yang prosedurnya memiliki standar prosedur pada pembedahan atau operasi dengan tujuan adalah mencabut gigi-geligi dari tulang alveolar pada rahang manusia.
Alasan pasien datang ingin di'cabut gigi'-nya? Mengenai alasan pasien tentunya ini disesuaikan dengan indikasi bahwa 'mencabut gigi' memang perlu dilakukan untuk kebaikan pasien tentunya.
Beberapa Indikasi pencabutan gigi : 1. Gigi dengan supernumerary, maksudnya gigi yang berlebih yg tumbuh secara tidak normal. 2. Gigi persistensi, gigi sulung yang tidak tanggal pada waktunya, sehingga menyebabkan gigi tetap terhambat pertumbuhannya. 3. Gigi yang menyebabkan fokal infeksi, maksudnya dengan keberadaan gigi yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. 4. Gigi yang tidak dapat dirawat secara endodontik/restorasi, gigi yang tidak bisa lagi dirawat misalnya; tambal, perawatan saluran akar. 5. Gigi dengan fraktur/patah pada akar krena trauma misalnya jatuh, kondisi ini jelas akan membuat rasa sakit berkelanjutan pada penderita hingga gigi tersebut menjadi non vital atau mati. 6. Gigi dengan sisa akar, sisa akar akan menjadi patologis karena hilangnya jaringan ikat seperti pembuluh darah, kondisi ini membuat akar gigi tidak vital. 7. Gigi dengan fraktur/patah pada bagian tulang alveolar ataupun pada garis fraktur tulang alveolar, kondisi ini sama dengan gigi pada fraktur pada akar. 8. Untuk keperluan perawatan ortodontik ataupun prostodontik, biasanya hal ini merupakan perawatan konsul dari bagian ortodontik dengan mempertimbangkan pencabutan gigi untuk mendapatkan ruangan yang dibutuhkan dalam perawatannya. 9. Dan biasanya yang terakhir adalah keinginan pasien untuk dicabut giginya, dengan pertimbangan 'langsung' menghilangkan keluhan sakit giginya, walaupun gigi tersebut masih dirawat secara utuh.
Bila ada indikasi maka ada juga kontra indikasi. Kontra indikasi pencabutan gigi didasarkan beberapa faktor, yang utama faktor lokal dan sistemik.
Faktor lokal: 1. Gigi dengan kondisi abses, maksudnya adanya pus atau nanah pada bagian ujung akar gigi, biasanya ditandai dengan rasa sakit yang hebat, bengkak, suhu meningkat. Tidak bisa dicabut karena proses pencabutan memiliki prosedur anestesi, nah saat dilakukan anestesi obat anestesi tidak akan bisa membuat jaringan yang di anestesi menjadi baal. 2. Adanya suspect keganasan bila dilakukan pencabutan, kondisi ini biasanya pada penderita yang didiagnosa adanya gejala-gejala kanker pada rongga mulut khususnya sekitar jaringan gigi. 3. Pasien dengan perawatan radioterapi, tidak bisa dilakukan pencabutan, dikarenakan dikhawatirkan terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.
Faktor sistemik: merupakan faktor2 yang sebenarnya perlu pertimbangan khusus untuk dilakukan pencabutan gigi. Bukan kontraindikasi mutlak dari pencabutan gigi. Faktor-faktor ini meliputi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit khusus. Dengan kondisi riwayat penyakit tersebut pencabutan bisa dilakukan dengan syarat penyakit yang menyertainya bisa dikontrol untuk menghindari terjadinya komplikasi saat sebelum pencabutan, saat pencabutan, ataupun setelah pencabutan gigi. Bagi dokter gigi, mencabut gigi tidak hanya berdasarkan indikasi dan kontraindikasi saja, tetapi juga memperhatikan kondisi pasca pencabutan gigi. Kondisi ini bisa saja menjadi perhatian khusus buat dokter gigi dan tentunya kembali kepada kondisi si pasien pasca pencabutan gigi.
Ada apa dengan pasca pencabutan gigi?
Pasca pencabutan gigi, kondisi tulang alveolar (soket gigi) yang tidak bergigi akan mengalami beberapa tahap proses. Proses tersebut bisa menuju pada proses penyembuhan (healing) atau bisa saja proses terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.
Bila yang terjadi proses penyembuhan, tentu bukan masalah yang harus dihadapi dokter gigi. Proses penyembuhan ini biasanya memerlukan waktu 3-7 hari untuk penutupan luka pencabutan gigi sampai soket gigi tersebut bisa menutup dengan baik oleh jaringan mukosa gusi.
Bagaimana bila yang terjadi komplikasi pasca pencabutan gigi?
Komplikasi, merupakan kondisi yang tidak diharapkan terjadi pada tindakan medis. Komplikasi ini bisa terjadi karena banyak faktor, baik dari faktor tenaga medis yang tidak terampil, faktor sistemik pasien, juga faktor lain diluar faktor yang disebutkan diatas.
Beberapa komplikasi yang sering terjadi pasca pencabutan gigi: 1. Oedema (dibaca: "udem"), pembengkakan yang tidak wajar, keadaan ini merupakan kondisi bengkak pada bagian tempat gigi yang dicabut. Ini bisa terjadi karena bermacam hal, seperti; trauma pada luka pencabutan, infeksi sekunder, proses inflamasi yang tidak terkontrol. 2. Perdarahan (hemorragie), keadaan ini merupakan terjadinya perdarahan yang hebat saat pencabutan gigi. Ini terjadi karena bermacam hal, seperti; kelainan sistemik pada pasien (misalnya hipertensi yang tidak terkontrol). 3. Dry socket, kondisi ini merupakan kondisi soket bekas pencabutan gigi tidak mengeluarkan darah, bisa disertai dengan bau, sakit hebat. Ini terjadi karena bermacam hal, seperti; adanya infeksi sekunder, penggunaan obat tertentu diluar ketentuan dokter/dokter gigi. 4. Patah tulang mandibula atau maksila, kondisi ini terjadinya fraktur (patah tulang) yang tidak diharapkan dari bagian soket gigi, atau bahkan tulang mandibula atau maksila tempat melekatnya tulang alveolar berada. Paling umum terjadi dikarenakan kesalahan tehnik operator saat melakukan pencabutan gigi. Oleh karena itu operator diharuskan memiliki tehnik yang benar dan bisa memperhitungkan seberapa besar penggunaan tenaga saat mencabut gigi dan cara menggunakan alat dengan tepat.
Lantas, setelah kita bisa tahu bagaimana dan apa saja yang bisa terjadi saat komplikasi pasca pencabutan gigi, apa yang harus dilakukan?
Untuk informasi saja, menghadapi komplikasi harus sesuai dengan etiologi (penyebab utamanya) dari saat sebelum dilakukan pencabutan gigi hingga sesudah pencabutan gigi, untuk mendapatkan perawatan segera mungkin yang tepat juga, untuk itulah kembali fungsi diagnosa sangat penting berperan.
Jadi, jangan takut untuk melakukan men-'cabut gigi'....
Jangan pernah meremehkan sakit gigi. Bahkan seorang Jusuf Kalla mengaku sangat peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Katanya, sakit gigi itu termasuk penyakit yang sulit ditunda dan bikin pusing kepala. "Penyakit gigi itu susah ditunda. Sebagai wapres, biasanya dokter menghadap ke saya, cuma dokter gigi yang saya mesti datangi," kata Jusuf Kalla setengah berkelakar saat membuka Kongres Perhimpunan Dokter Gigi (PDGI) ke-23 di Istana Wapres, Jakarta, belum lama ini. Ah, bila demikian adanya, penyanyi dangdut Meggi Z tampaknya belum pernah terkena sakit gigi. Jika pernah, ia tidak akan pernah berujar dalam lagunya yang hits itu, bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Karena faktanya, sakit gigi itu lebih memilukan ketimbang sakit hati. Yang lebih parah, sakit gigi juga memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. Jadi, jangan anggap sepele lagi gigi berlubang! Seperti dikemukakan Ketua Umum PDGI, drg Emir M Muis, ada banyak penyakit yang berawal dari mulut dan gigi. "Menjaga kesehatan mulut berarti juga menjaga kesehatan seluruh badan, karena mulut adalah pintu masuk segala macam benda asing ke dalam tubuh," kata Emir menegaskan. Ia menjelaskan, masalah utama yang menyebabkan sakit gigi umumnya adalah lubang pada gigi. Bila tidak sering dibersihkan, gigi yang berlubang itu sangat mudah dimasuki kuman dan bakteri. Yang menakutkan, kuman yang bersarang pada gigi berlubang itu bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi sejenis enzim yang mempercepat proses pengerasan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi tidak elastis (aterosklerosis). "Bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini menghambat aliran darah ke jantung. Hal ini berarti penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung juga tersendat. Jika berlangsung terus, jantung tak akan mampu berfungsi secara baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang," ujarnya. Hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskular akhir-akhir ini banyak diteliti, terutama berkaitan dengan bakteri endokarditis dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan sebuah penelitian, ternyata dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54 persen pasien memiliki riwayat penyakit periodontal. "Penemuan ini sangat mencengangkan karena jarang sekali penyakit gigi diperkirakan sebagai penyebab penyakit jantung. Namun, hasil dari berbagai penelitian masih dianggap belum memuaskan karena belum bisa menjelaskan secara jelas bagaimana ini bisa terjadi," tuturnya. Ditambahkan, komplikasi yang relatif banyak terjadi akibat infeksi gigi adalah gangguan mata. Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri, khususnya pada bagian atas kelopak mata. Hal itu terjadi karena gigi dan mata memiliki induk syaraf yang sama. Dalam kasus tertentu, seseorang juga bisa mengalami sakit kepala. Hal itu terjadi bila ada kelainan pada struktur rongga gigi. Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena sistem pengunyahan terdiri atas empat komponen, yaitu gigi dan jaringan penyangga, tulang rahang, otot-otot dan sendi rahang. "Semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Jika salah satu gigi dicabut dan tidak segera diganti, maka gigi lawannya tidak berpasangan. Kondisi seperti ini mengganggu proses pengunyahan. Makan jadi tidak enak, dan pengunyahan menjadi tidak sempurna. Akibatnya orang yang sudah lama hanya mengunyah dengan satu sisi rahang saja akan mengalami keluhan sakit di bagian belakang kepala," ujarnya. Tentang penyakit diabetes, Emir menjelaskan, pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Unsur itu menyebabkan kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes. "Mungkin di masa depan, faktor penyebab semacam ini harus mendapat perhatian lebih dari dokter jantung. Di kartu status pasien perlu ditambahkan riwayat keadaan gigi dan mulut pasien, untuk memudahkan pengobatan," katanya. Gigi Berlubang Emir menjelaskan, semua permasalahan yang terjadi saat terkena sakit gigi dan dampak lanjutannya, bersumber pada gigi berlubang. Padahal, bagi masyarakat Indonesia yang terkenal malas menggosok gigi minimal dua kali sehari, masalah gigi berlubang dianggap biasa. Sebagaimana hasil penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang menyebutkan 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang. Data itu pun sesuai dengan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan. Survei itu menyebut prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan. Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga servei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia. Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Keluhan sakit gigi berakibat seseorang tidak masuk kerja atau pergi ke sekolah. Gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti berakitivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari. "Masyarakat yang menderita sakit gigi 87 persen di antaranya tidak berobat ke dokter gigi. Sementara 69,3 persen berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut," ujarnya. Produktivitas terganggu akibat penyakit gigi memang sudah menjadi fakta yang jelas. Tidak hanya dari sisi medis, ketidakpedulian masyarakat pada penyakit gigi dan mulut secara ekonomis juga merugikan. Tahun 2002 International Dental Journal melansir data bahwa di banyak negara penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit keempat yang paling mahal biaya penyembuhannya. Pengobatan penyakit gigi berlubang berdasarkan data tersebut membutuhkan biaya hingga 3.513 dolar AS per 1.000 orang anak. Anggaran tersebut melebihi anggaran kesehatan yang diperuntukan bagi anak-anak di negara-negara yang paling rendah pendapatan per kapitanya. "Jika 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit karies, dimana rata-rata setiap orang mempunyai dua gigi berlubang, berarti terdapat 350 juta gigi berlubang di Indonesia yang harus ditambal oleh dokter gigi. Biaya menambal gigi berlubang berkisar Rp 20 -100 ribu. Maka dana yang dikeluarkan untuk mengurusi gigi berlubang sebesar Rp 8,75 triliun," katanya. Kunci dari perbaikan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat sangat mungkin tergantung pula dari partisipasi banyak pihak. Edukasi menjadi penting, karena hanya 10 persen orang Indonesia menggosok gigik dengan cara yang benar. Bahkan sebanyak 22 persen di antaranya menggosok gigi hanya kadang-kadang saja. Tingkat pendidikan tampaknya memiliki hubungan dengan penyakit gigi. Sebanyak 63 persen penduduk Indonesia menderita karies yang tidak diobati dengan tingkat rata-rata 1,89 penyakit karies per orang. Persentase tersebut semakin turun pada kelompok masyarakat yang pendidikannnya kian tinggi. Orang Indonesia yang terkena karies menjadi 50 persen pada masyarakat berpendidikan SLTA dan pada jenjang perguruan tinggi. Semakin tinggi pendidikan seseorang, kian tinggi pula tingkat kesehatan gigi dan mulutnya. Bila proses edukasi sudah terlaksana, mestinya dukungan pelayanan kesehatan gigi pun menjadi perhatian pula. Seperti diketahui keterjangkauan dukungan tenaga medis untuk mengatasi penyakit gigi saat ini masih terjadi. Hal ini disebabkan tingginya angka penderita penyakit gigi di Indonesia. Data yang dilansir PDGI menyatakan rasio tenaga dokter gigi terhadap jumlah penduduk masih rendah yaitu 1 berbanding 21.500 penduduk. Sedangkan tenaga perawat gigi 1 berbanding 23.000 penduduk. Sementara menurut ketentuan WHO, idealnya rasio tersebut adalah 1 berbanding 2.000 penduduk. Jumlah penduduk Indonesia adalah 224 juta orang, maka rasio di Indonesia masih jauh dari ideal.
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan.
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis, dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian Quality Control , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab " KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA.
Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia.
Hampir diseluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 peternakan.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang; Dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM, dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut.
Sebagai awal ujicobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Pada saat itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantukam dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk.
Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut. Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengekspor. Menoleh kemasa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang factor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.
Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ke telinga tentara yang kebanyakan muslim dan beberapa Vegetarian ( orang yang tidak makan daging), maka tentara - tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara ( civil war ). Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan.
Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970-an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tersebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam.
Sebagai akibatnya,perusahaa n -perusahaan produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara islam, dimana laba penjualan ke negara islam bisa mencapai milliar dolar.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya.
Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu, kekerasan dan seks bebas ( kumpul kebo ). Oleh karena itu saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini.
Jika ditemukan kode- kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi.
E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat islam untuk mengikuti syariat islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saurdara kita.
M. Anjad Khan Medical Research Institute United States
 | Promo | Feb 25, '08 6:45 AM for everyone |
BEKAM “SOLUSI KESEHATAN WARISAN RASULULLAH SAW” “Wahai Orang-Orang Beriman, Sambutlah Seruan Allah Dan Rosul, Ketika Menyeru Kalian Kepada Apa Yang Menghidupkan Kalian…” (Al-Anfâl [8] : 24) “Pada Malam Aku Di-Isra'kan, Aku Tidak Melewati Sekumpulan Malaikat Melainkan Mereka Berkata, "Wahai Muhammad Suruhlah Umatmu Melakukan Bekam." (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731) "Jika ada yang bisa mencapai penyakit, maka bekam pun bisa mencapainya." (HR Malik RA dalam Al Muwaththo') Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara menghisap darah kotor yang mengandung penumpukan penyakit, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan kulit dengan suatu alat (silet atau jarum), dan mengeluarkannya dari permukaan kulit. Berbagai penyakit yang bersifat kronis ataupun akut insya Allah bisa tersembuhkan dengan terapi bekam, dengan izin Allah. Di antara penyakit tersebut adalah Anemia, Arterosklerosis, Asam Urat, Asma, Berbagai Jenis Sakit Kepala, Diabetes Mellitus, Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Keracunan, Penyakit Jantung, Penyakit Paru-Paru, Stroke, dan lain-lain. RUMAH THERAPY “SYAFAKALLAH” didirikan untuk membantu sesama dalam memperoleh kesembuhan dengan menerapkan salah satu sistem terapi warisan Rasulullah SAW. Silahkan hubungi kami atau kirim SMS (Nama, Umur, Alamat, Keluhan/Penyakit), Insya Allah, KAMI SIAP DATANG KE RUMAH MEMBANTU ANDA, dengan seizin Allah SWT. | Paket Bekam | Titik Bekam | Biaya | Panggilan | Tambahan | | Bekam Inti | 9 titik | Rp. 50.000,- | Rp. 65.000,- | 1. Praktek setiap hari dengan perjanjian. 2. Tambahan per titik Rp. 10.000,-. | | Bekam Standard | 13 titik | Rp. 90.000,- | Rp. 105.000,- | | Bekam Terapi | Disesuaikan | Disesuaikan | Disesuaikan | RUMAH THERAPY “SYAFAKALLAH” Bekam, Produk Lebah (Madu, Propolis, Royaljelly, Bee Pollen), Habbatussauda’, Bioelektrik Phone : 081910259496 ; 081320587360 E-mail : syafakallah@yahoo.co.id Site : www.syafaka4wl.multiply.com
ILMU PENYAKIT DALAM INTERNA KEDOKTERAN.zip (904 KB)
Mata merupakan jendela untuk menyingkap penyakit. Ilmu untuk mendiagnosa penyakit atau kelemahan organ dari mata ini disebut iridologi. Iridologi pertama kali dipopulerkan oleh Theodore Kriege lewat bukunya Chiromatica Medica di Dresden Jerman pada 1670. Selanjutnya Chart of Iridologi dikemangkan oleh Bernard Jensen yang dikenal sebagai Bapak Iridologi Modern.
Sejumlah klinik kesehatan yang baru berdiri di Jakarta muncul dengan tawaran diagnosa penyakit menggunakan iridologi yang kemudian diterapi dengan terapi holistik seperti herbal, bekam, akupunktur dan lain-lain. Sejumlah perusahaan Network Marketing pun mengajarkan Ilmu Iridologi ini untuk membantu para distributornya dalam mendiagnosa penyakit pasien.
Ternyata mata memiliki kurang lebih 28 ribu saraf otonom yang terhubung dengan saraf-saraf organ tubuh lainnya. Uniknya keakuratan data dari pemeriksaan mata tidak terpengaruh oleh mata berair, mata merah karena kurang tidur, kelelahan, buta warna atau katarak.
Iridologi berasal dari kata iris atau selaput pelangi di mata. Ilmu ini percaya bahwa kondisi tubuh manusia biasanya tercermin dalam kondisi dan keseimbangan dalam mata manusia. Semakin banyak penyimpangan, baik dari bentuk maupun warna mata normal, maka kondisi kesehatan si pasien bisa kelihatan.
Sayangnya, terapi ini belum mendapatkan kesepakatan dari kedokteran barat. Penolakan mereka didasarkan pada argumentasi bahwa selaput pelangi mata itu kondisinya memang berubah-ubah.
Padahal dari penelitian para ahli iridologi ditemukan bahwa perubahan-perubahan kondisi mata itulah yang sesungguhnya punya makna tersendiri. Dr Ignatz von Peczely dari Hongaria pernah melihat guratan garis hitam di bagian mata seekor burung hantu yang patah kakinya. Setelah luka kaki burung sembuh beberapa minggu kemudian, Peczely melihat gurat hitam itu ternyata juga berangsur menghilang.
Sejak saat itu Peczely juga mulai tertarik pada bidang iridologi ini. Malah Peczely kemudian sempat menjadi ahli otopsi untuk memastikan keberadaan penyakit yang diperkirakan dari iris mayat sebelum meninggal.
Pemeriksaan iridologi bisa dilakukan secara digital, dengan menggunakan kamera digital. Syaratnya kamera tersebut harus memiliki fasilitas macro 1-3 cm, agar dapat dipergunakan untuk memotret dari jarak dekat. Selanjutnya gambar dalam format jpg hasil jepretan kamera digital itu diupload ke komputer untuk dilakukan analisa.
Menurut para iridolog, ditemukan bahwa iris mata memiliki tujuh topografi yang menggambarkan kondisi organ-organ tubuh. Terdapat lingkar penting yang disebut Autonomic Nerve Wreath yang menggambarkan kondisi pencernaan yang berakibat pada saraf otonomik.
Dengan mengamati selaput pelangi mata dan membandingkannya dengan kondisi normal, kita bisa melihat lemah kuatnya kondisi tubuh. Keseimbangan dalam organ dan sistem tubuhnya. Dari situ kita bisa menganjurkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya, terapi holistik apa yang harus dilakukan. Iridologi akhirnya bisa dikaitkan dengan terapi holistik atau homeopati.
Kelemahan dari iridologi adalah tidak dapat secara spesifik jenis penyakit atau gangguan yang diderita suatu organ. Misalnya dijumpai tanda lession pada tyroid, namun tidak dapat ditentukan apakah hypert ataukah hypo. Dibutuhkan terapi tambahan untuk menentukan lebih spesifik.
Mungkin inilah sebabnya, sedikit dokter yang menggunakan iridologi. Karena pengobatan medis membutuhkan diagnosa yang spesifik. Sedangkan pengobatan holistik tidak membutuhkannya.
Dari hasil diagnosa iridologi, terapi yang diperlukan bisa beragam, bisa juga digabung misalnya terapi akupunktur dengan bekam. Iridologi hanya bersifat memelihara dan menganalisa. Pengobatan menjadi tugas terapi holistik lainnya, khususnya herbal. Saat inipun populer therapy menggunakan Jus dan Food Combining.
Jika ada gangguan kesehatan, biasanya polanya akan membentuk seperti robekan, pecahan, jalinan-jalinan yang bolong atau lompatan gradasi warna, tanda ini disebut lession. Misalnya saja warna putih keruh melingkar di iris mata biasanya diasosiasikan dengan tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Untuk pemeriksaan biasanya menggunakan alat light-pen yang biasa digunakan para dokter. Bisa juga menggunakan alat seperti refraksi mata yang digunakan oleh optik atau dokter mata.
Sekadar untuk menjaga kesehatan, pemeriksaan iridologi sebaiknya dilakukan minimal enam bulan sekali. Kecuali ada keluhan mana sebaiknya bisa langsung diperiksa. Pemeriksaan dilakukan pada kedua belah mata untuk menunjukkan kondisi yang lebih lengkap.
Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi ketika hendak melakukan pemeriksaan. Pertama, sebaiknya tidak sedang sakit mata. Akan sangat sulit mendeteksi iris mata dalam kondisi ini. Syarat kedua, adalah sebaiknya pasien tidak sedang dalam kondisi stres. "Dalam keadaan stres, zona limfatik di iris mata juga akan berubah bentuk. Akan butuh waktu 2-3 jam untuk mengembalikan ke kondisi normal sebelum dideteksi."
Yang jelas, diagnose iridologi ini lebih menyenangkan, tidak sakit, dan murah biayanya. Bahkan memiliki kelebihan, dapat lebih dahulu menemukan adanya kelemahan organ, dimana laboratorium belum dapat mendeteksinya. Berbagai penyakit bisa dideteksi seperti depresi, kadar toksid, hambatan nutrisi tubuh, gangguan pencernaan, kelemahan organ-organ penting, kolesterol, kadar sodium darah, dll.
Stroke dan Jantung Koroner bukan monopoli penyakit orang tua, orang yang masih muda pun banyak yang terserang penyakit ini. Walaupun penyakit ini sering didominasi orang tua, tetapi fakta menunjukkan, banyak orang mati muda karena terserang stroke dan Jantung Koroner. Boleh dibilang, penyakit stroke dan Jantung Koroner menyerang kepada siapa saja tanpa memandang usia. Stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan. Akibatnya nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke bisa karena adanya sumbatan di pembuluh darah dan adanya pembuluh darah yang pecah (atheriosklerosis). Stroke yang diderita oleh orang tua karena proses penuaan yang menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit. Jika pecahnya pembuluh darah terjadi di Jantung, inilah yang disebut Jantung Koroner. Menurut pemahaman umum, penyebab stroke adalah Kolesterol Jahat (LDL). Uniknya, dahulu orang tua kita banyak mengkonsumsi Jelantah atau minyak goreng yang sudah dipakai berulang-ulang, namun sangat sedikit dijumpai masalah stroke dan jantung koroner. Dalam kondisi normal, Kolesterol Jahat (LDL) akan disapu bersih oleh Kolesterol Baik (HDL). Dalam lingkungan yang penuh polusi, stress, makanan sintetis, kandungan Radikal Bebas demikian meningkat. Radikal Bebas ini akan mengoksidasi LDL menjadi buih, sehingga HDL tidak lagi mampu mengenali LDL dan tidak membersihkannya, akibatnya terjadilah stroke dan jantung koroner. Lebih jauh, Radikal Bebas ini juga memicu penyakit kanker, katarak, penuaan dini dan parkinson. Fakta membuktikan, dengan mengkonsumsi antioksidan akan menekan kadar radikal bebas dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya stroke dan jantung koroner.
ANTIOKSIDAN Kandungan antioksidan vitamin C, E dan Beta Karoten (pra vitamin A) juga terdapat pada flavanoid. Flavanoid yang didapat dari tumbuh-tumbuhan dikenal dengan Bioflavanoid. Bioflafanoid dikenal sebagai Powerful Super Antioxydant terdapat sangat banyak pada herba yang terasa pahit seperti Coscinium, Teh Herba dan juga pada akar-akaran (Radix) terutama pada Eurycoma Longifolia Radix. Herba-herba ini mampu menetralkan Radikal Bebas dengan sangat kuat. Habbatussauda (Nigella Sativa) memiliki kandungan tinggi vitamin E, C dan A memiliki kandungan antioksidan yang kuat dan juga mengandung Omega 3 dan Omega 6 nya sangat efektif menekan kadar Kolesterol Jahat. Tak ada seorangpun yang mau terkena stroke atau jantung koroner, dan tak seorangpun yang ingin mati muda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, belajar pada alam, karena dari alam kita banyak menemukan manfaat.
Pengobatan Orang yang sudah terlanjur terkena stroke, langkah pertama adalah mengetahui penyebab stroke. Sebagian besar disebabkan Tekanan Darah Tinggi, namun ada juga disebabkan Diabetes dan Tekanan Darah Rendah. Waspadailah gejala pre-stroke, yang ditandai dengan kaku dan mati rasa di anggota tubuh. Setelah memahami penyebab stroke, langkah berikutnya menormalkan penyebab tadi. Untuk menormalkan Hypertensi dalam waktu singkat gunakan Mengkudu Organik dan Teh Herba, untuk pengobatan Jangka Panjang secara permanen lebih baik diawali dengan Proses Detoksifikasi. Waspadai terjadinya second-stroke, karena berakibat lebih parah dan semakin sukar pulih. Untuk mengembalikan fungsi organ yang lumpuh, gunakan kombinasi Omega 3 Soft Gel dan Teh Herba dosis tinggi diseinergikan dengan Bekam, Refleksi/Acupuncture atau Fisiotherapy. Selamat menjadi Sehat dan menikmati hidup Anda!
Sangat efektif sekali sebelum stroke mendatangi kita sebaiknya cegah dengan melakukan berbekam (al hijamah) setiap 6 bulan sekali, minimal 1 kali dalam seumur hidup, bukan hanya beberapa tetes darah yang dikeluarkan namun beberapa cc darah kotor (unoxigened blood) akan dikeluarkan dengan cara BERBEKAM. Berbekam sudah dilakukan sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Pertolongan Pertama Pada Stroke Pertolongan Pertama Pada Stroke (Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga). Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE. Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil 100%. Insya Allah. Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah diotak. Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja,maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tenang. Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (misalnya dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN! Sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada, maka JARUM JAHIT/JARUM PENTUL/PENITI dapat dipakai dengan terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api. Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN. Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali. Bila mulut sipenderita tampak mencong/tidak normal, maka KEDUA DAUN TELINGA si penderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna kemerah-merahan. Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita akan kembali normal. Setelah keadaan sipenderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Asam urat merupakan merupakan hasil akhir dari metabolisme purin yang ada di dalam tubuh. Sedangkan purin adalah protein dari golongan nukleoprotein yang tidak begitu dibutuhkan oleh tubuh. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan timbulnya tofus, benjolan keras berisi semacam serbuk kapur, di bagian kaki dan tangan. Kadar asam urat yeng berlebihan dalam darah menyebabkan penimbunan kristal asam urat. Apabila penimbunan kristal itu terbentuk pada cairan sendi, maka terjadilah penyakit gout atau asam urat. Jika penimbunan itu terjadi pada ginjal, akan muncul batu asam urat ginjal yang sering disebut dengan batu ginjal. Pada stadium awal, penyakit ginjal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun seiring dengan metabolisme tubuh, akan terjadi penumpukan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh penderita dan kaki serta tangan jadi membengkak, nafas pendek dan energi untuk beraktivitas akan menurun. Fungsi utama ginjal adalah membersihkan darah dari sisa-sisa hasil metabolisme tubuh yang berada di dalam darah dengan cara menyaringnya. Jika kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya (tahap akhir penyakit ginjal), sisa-sisa hasil metabolisme yang diproduksi oleh sel normal akan kembali masuk ke dalam darah (uremia). Gagal ginjal bisa terjadi jika terdapat gangguan pada pembuluh darah vena atau sistem penyaringannya. Namun, bisa juga berasal dari masalah-masalah kesehatan yang lain, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes atau adanya masalah dengan sistem penyaringan pada ginjal (seperti pada keadaan glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik). Pada kasus lainnya juga ditemukan adanya masalah pada saluran kemih. Fungsi ini biasa dilambangkan oleh GFR (Glomerular Filtration Rate). Beberapa zat dianggap menjadi indikator yang baik, di antaranya kreatinin. Sekarang derajat kerusakan ini diperjelas menjadi 5 tingkatan Chronic Kidney Disease (CKD): Stadium 1: GFR > 90 ml/menit; Stadium 2: GFR 60-89 ml/menit; Stadium 3: GFR 30-59 ml/menit; Stadium 4: GFR 15-29 ml/menit; Stadium 5: GFR <15> Caranya, cukup mengukur kadar kreatinin darah ((sCr: serum Creatinin), bisa diketahui persentase fungsi ginjal dari GFR-nya. Laki-laki GFR = (140 - umur) x (BB)/ (sCr x 72) dan Wanita GFR = (140 - age) x (weight) x 0.85/ (sCr x 72). Selanjutnya, tinggal kita cocokkan masuk stadium mana. Yang sudah butuh cuci darah rutin itu biasanya istilahnya: End-stage CRF (fungsi ginjal tinggal 5%-10%). Sekarang yang CKD stadium 5 tersebut. Cuci darah yang sewaktu-waktu juga bisa dilakukan bila diketahui sudah terlanjur/mendadak tinggi. Masalahnya, CKD bersifat progresif. Upaya ini hanya bisa berusaha memperlambat atau kalau bisa menghambat progresinya agar tidak tambah berat. Sekarang, mengukur fungsi ginjal sudah jauh lebih maju yakni dengan menggunakan: Cystatin-C. Bagi yang ada masalah ginjal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar fungsi ginjal tidak bertambah parah, yakni: 1. Mengkonsumsi makanan rendah protein. Tubuh memerlukan protein untuk membentuk otot. Tapi bagi penderita penyakit ginjal, kelebihan protein menyebabkan gang-guan pada proses filtrasi atau penyaringan, sehingga terjadilah peningkatan sisa hasil metabolisme protein dalam darah. Anda dapat mencegah hal ini dengan mengkonsumsi makanan rendah protein. 2. Mengkonsumsi sedikit garam. Garam natrium berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh Anda. Untuk mengurangi kadar garam dalam tubuh, bila Anda membeli makanan, periksalah label makanan carilah makanan yang mempunyai kandungan natrium di bawah 400 mg untuk sekali makan, gunakan saus yang berkadar natrium rendah, dan jangan gunakan garam pengganti yang mengandung kalium. 3. Tidak minum terlalu banyak. Ginjal yang normal dapat mengatur keseimbangan cairan yang masuk dan ke luar dari tubuh. Jika ginjal Anda mengalami gangguan, maka akan terjadi masalah pada pembentukan urine. Anda harus membatasi konsumsi air. Sebaiknya hisaplah air jeruk lemon untuk membasahi bibir yang kering, minumlah hanya untuk mengatasi haus, dan jika Anda menderita diabetes, jagalah ka-dar gula Anda, agar Anda tidak merasa terlalu haus. 4. Tidak mengkonsumsi fosfat. Makanan dari produk susu, kacang-kacangan yang dikeringkan dan coklat mengandung banyak fosfat. Jika banyak mengkonsumsi makanan ini, maka kadar fosfat dalam darah meningkat dan menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh.
KENCING MANIS / DIABETES MELLITUS (normal: 60 - 140 mg/dl) GEJALANYA: Mudah masuk angin, pusing kepala, ujung jari-jari kesemutan, gampang kesemutan bagian kaki, nafsu makan bertambah banyak, mata sebentar kabur sebentar terang (penglihatan kabur), kembung mudah sakit maag, mudah terkilir atau sakit persendian, beser kencing, air kencingnya dikerumuni semut, cepat lapar, haus, letih, mengantuk, jantung berdebar mengipas, telapak kaki dan tangan dingin, tidak tahan udara panas atau hawa dingin, kalau sudah mulai parah timbul gatal-gatal dan luka, gatal di daerah kelamin atau lipatan paha, disfungsi ereksi pada pria, keputihan pada vulva vagina. RAMUAN PENGOBATAN: Sambiloto (daun), kumis kucing (daun), mengkudu/pace (buah), tapak dara (daun/batang/akar), jamblang/duwet (kulit batang, daun, daging buah), jati (daun muda), duku (biji), pare (buah), terong-ngor (buah), lidah buaya (daging daun), lamtoro ( biji buah tua), mahoni (biji), daun salam, ciplukan (semua bagian), sambung nyawa (daun), krokot, minyak wijen. MAKANANNYA: Jagung kuning dan beras merah. MAKANAN PANTANG: Kurangi yang manis tapi jangan berhenti total agar tidak terkena sakit lever. Daging kambing/sapi/ kerbau, udang, kepiting, terasi, jeroan, lemak, pisang ambon, durian, air kelapa, sirup, lemon, buah manis seperti mangga, duku, rambutan, klengkeng dan anggur. ASAM URAT TINGGI (normal: L: 3,4-7,0 mg/dl, P: 2,4-5,7 mg/dl) Asam urat dapat menimbulkan rematik (encok), sakit sendi lutut, pinggang, punggung, pinggul, pundak, bahu, mengganggu prostat, saluran dan kandung kemih, darah tinggi, menimbulkan batu ginjal, gagal ginjal, dapat memicu jantung koroner dan diabetes mellitus/kencing manis. GEJALANYA: Badan pegal-pegal, sakit otot, sakit persendian lutut, pinggang, punggung, pinggul, pundak, bahu dan sering buang air kecil. RAMUAN PENGOBATAN: Meniran (semua bagian), kumis kucing (daun), lengkuas (umbi), jahe (umbi), salam (daun), alpokat (daun), sambiloto (daun), alang-alang (akar), pegagan (daun), buah merah (sari buah), seledri (daun dan batang), tempuyung (daun), pare (buah), daun sendok (biji). Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari. MAKANAN PANTANG: Menghindari makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan, otak, daging sapi/kambing/kerbau, lemak, gorengan, emping, melinjo, kangkung, bayam, es, alkohol, durian, udang, kepiting, cumi-cumi dan teri. DARAH TINGGI / HIPERTENSI (Normal: sistolik < 140 mmHg, diastolik < 100 mmHg) GEJALANYA: Sakit kepala, rasa pegal atau tidak nyaman di tengkuk, perasaan berputar di kepala sampai ingin jatuh, berdebar atau detak jantung terasa cepat dan telinga berdenging. RAMUAN PENGOBATAN: Kunyit (rimpang), labu air (daging dan sari buah), selada air (semua bagian), ceplukan (semua bagian), alang-alang (akar), mengkudu/pace (buah), jeruk nipis (air buah), kumis kucing (daun), ketumbar mungsi (biji), pegagan (daun dan akar), buah merah (sari buah), mimba, sembung, tempuyung (daun), daun salam. MAKANAN PANTANG: Ikan asin, telur asin, makanan asin/bergaram tinggi, lemak, jeroan, pete, jengkol, daging sapi/kambing/ kerbau, goreng-an, santan kental, telur, durian, bumbu masak kemasan, mentega, kemiri. DARAH RENDAH / HIPOTENSI (sistolik < 100 mmHg) GEJALANYA: Mata sering kunang-kunang ketika akan berdiri sehabis duduk, pusing-pusing, badan lemah/lesu, bahu kaku, kehilangan keseimbangan badan, sesak napas, mual, keringat dingin pada kaki dan tangan, haid tidak teratur pada wanita. RAMUAN PENGOBATAN: Kopi (minum kopi), bayam (daun), cabe (biji), coklat (biji), lada (biji), patikan kerbau (daun), hati ayam kampung/sapi/ kambing, susu, mentega, keju, jahe merah (umbi). MAKANAN PANTANG: Hindari makanan yang pahit-pahit, asam, ketimun KOLESTEROL TINGGI (TOTAL) (Kadar normal < 200 mg/dl) Kolesterol menyebabkan arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi dan hiperkolesterolemia. GEJALANYA: Stress, pusing kepala terasa berat, sering hilang keseimbangan, sakit bagian tengkuk belakang kepala, apabila sudah mengganggu jantung dada terasa berat dan sakit bagian kiri adakalanya bagian kanan agak sulit bernapas. RAMUAN PENGOBATAN: Jeruk manis (daging dan air buah), jeruk nipis (air buah), belimbing wuluh (daging dan sari buah), apel (daging dan sari buah), delima putih (daun dan daging buah), temulawak (rimpang), sambiloto (daun), ciplukan (daun), kumis kucing (daun), nenas (sari pati buah yang matang), buah merah (sari buah), alpokat mentah, jagung muda, daun sembung, kubis, akar manis, kunyit dan pepaya. MAKANAN PANTANG: Otak, telur, jeroan, lemak, santan, gorengan, durian, alpokat, udang, kepiting, cumi-cumi, ikan asin, telur asin, mentega. STROKE AKIBAT KOMPLIKASI PENYEBABNYA: Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, pengapuran, diabetes, stress sehingga terjadi pengerasan dan penyempitan serta penyumbatan pada pembuluh darah di otak, adakalanya menimpa pembuluh darah di jantung. GEJALA AWAL: Kepala pusing terasa berat, pegal atau sakit bagian tengkuk belakang kepala, sempoyongan hilang keseimbangan, baal kesemutan bagian tangan sampai jari-jari. RAMUAN PENGOBATAN: Sambiloto (daun), temu putih (umbi), kumis kucing (daun), pegagan (daun), jahe merah (umbi), jahe (umbi), langkuas merah (umbi), tempuyung (daun), daun dewa (daun dan umbi), iler (daun), buah makasar (buah), sambung nyawa (daun), mengkudu/pace (buah), tapak dara (daun), alang-alang (akar), sambang darah (daun), mahkota dewa (buah), murbei (daun dan bunga), temulawak (umbi). MAKANAN PANTANG: Semua jenis daging (kecuali ikan air tawar), gorengan, santan kental, nasi uduk, nasi ulam, nasi kebuli, kue bolu, martabak, mentega, keju, jeroan, susu, bumbu masak kemasa, telur, buah-buahan yang tebal kulitnya seperti durian, nangka, jengkol, pete, telur asin, ikan asin, kecap asin, emping, es, minuman beralkohol. ASMA Orang yang sering mendapat serangan sesak nafas, batuk, mengeluarkan riak yang lengket dan bersin dikatakan menderita penyakit asma. Serangan asma dapat ringan dapat pula berat, sehingga penderita tidak dapat tidur, lalu duduk sambil menarik nafas dalam. Penderita asma berat, terlihat kepala dan dadanya turun naik, suara nafas terdengar keras. Biasanya mengeluarkan nafas lebih sulit daripada menarik nafas, batuk sering disertai muntah. PENYEBABNYA: Asma sering timbul karena alergi terhadap sesuatu. Debu, sari bunga, makanan dan obat. Peradangan, tekanan jiwa dan terlalu emosi dapat menambah berat serangan asma. Udara dingin, bau bensin, bau pintu yang baru dicat dan asap rokok dapat pula menimbulkan serangan asma. RAMUAN PENGOBATAN: Randu (daun), bidara upas (umbi), kunyit putih (umbi), kemukus (daun), klengkeng (buah), putri malu (daun dan tangkai), ceremai (akar), buah merah (sari buah). MAKANAN PANTANG: Makanan berkolesterol tinggi, lemak-lemak, jeroan, otak, ubi jalar, santan kental
|
|