RUMAH THERAPY "SYAFAKALLAH"

Blog EntryAda Apa Dengan Madu?Mar 14, '08 3:59 PM
for everyone
"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang memikirkan"
Demikianlah penggalan ayat 69 dari surat An Nahl. Lebah. Salah satu makhluk Alloh SWT yang kecil namun keberadaannya sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Manfaat yang bisa diambil dari lebah adalah cairan manis yang disebut dengan madu.
Apa dan bagaimana madu bisa bermanfaat bagi kita semua terutama untuk kesehatan kita? 
Madu memiliki banyak khasiat. Madu dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada usus, pembuluh darah dan yang lainnya, dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dimakan atau dioleskan. Amat bermanfaat untuk manula dan mereka yang memiliki keluhan pada dahak atau yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin. Madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, mengawetkan pasta atau makanan yang direndam dengan pasta, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan lever, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Bila diminum dalam keadaan panas dicampur dengan air mawar, bisa berguna mengusir serangga dan pengaruh opium. Kalau diminum begitu saja dicampur dengan air putih, bisa berguna mengobati sakit akibat gigitan anjing gila atau keracunan jamur (jamur yang mematikan). Kalau sebongkah daging segar dimasukkan ke dalamnya, akan bisa terawetkan selama tiga bulan.
Demikian juga apabila buah mentimun, labu dan terong direndam dalam madu, juga bisa terawetkan dalam waktu yang sama. Bahkan buah-buahan yang direndam di dalam madu bisa bertahan hingga enam bulan. Madu juga bisa digunakan untuk mengawetkan mayat, sehingga bisa disebut pengawet yang aman. Bila dioleskan ke rambut dan kulit kepala, akan bisa membunuh kutu dan menghilangkan ketombe.
Madu juga dapat memanjangkan rambut, mermperindah dan melembutkannya. Kalau digunakan sebagai celak, akan mempertajam pandangan mata, kalau digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan memperkilat gigi, bisa menjaga kesehatan gigi dan menyehatkan gusi, madu juga berfungsi membuka simbul-simbul pembuluh darah dan mem-bersihkan kotorannya. Bila dijilat saja bisa menghilangkan dahak mencuci lambung dan menyingkirkan kotorannya, bisa juga menghangatkan tubuh secara stabil dan membuka ganjalan-ganjalan dalam tubuh. Madu juga bermanfaat untuk lever dan ginjal serta kandung kencing, sementara madu tidak terlalu berbahaya untuk penderita kelainan liver dan limpa seperti zat-zat gula lainnya.
Selain itu madu relatif aman dari kerusakan, relatif kurang berbahaya termasuk untuk mereka yang terkena penyakit kuning. Untuk menghilang-kan bahayanya sama sekali, bisa dicampur dengan cuka buah dan sejenisnya.
Madu bisa menjadi makanan bila dicampur dengan makanan, menjadi obat bila dicampur dengan obat-obatan, bisa menjadi minuman bila dicampur dengan minuman, bisa menjadi zat gula bila dicampur dengan karbohidrat, bisa menjadi cream pelembut kulit bila dicampur dengan cream, bisa menjadi minuman yang berenergi bila dicampur dengan minuman sejenis.
Tidak ada satu zat yang setara dengan madu yang diciptakan oleh Alloh, tidak ada yang lebih baik tidak ada yang sama atau sekedar mendekati kualitasnya. Madu menjadi satu-satunya andalan orang-orang terdahulu. Bahkan buku-buku pengobatan klasik tidak pernah mengenal unsur-unsur gula selain madu, unsur gula baru dikenal oleh kedokteran belakangan ini saja.
Nabi Muhammad SAW biasa meminum dengan air untuk membersihkan air liur. Namun kebiasaan itu menyingkap sebuah rahasia menakjubkan untuk menjaga kesehatan. Kiat itu hanya dipahami oleh orang-orang yang cerdas saja.
Dalam sunan Ibnu Majah secara marfu' diriwayatkan dari Abu Hurairah:"Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja dalam satu bulan, tidak akan terkena penyakit berat"
 
"Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat : Madu dan Al Qur'an"
 
Disitu dikombinasikan antara kedokteran manusia dengan kedokteran ilahi, antara terapi kejiwaan dengan terapi badan, antara obat berunsur bumi dengan obat berunsur langit. 
Bila hal ini sudah dipahami, maka demikianlah yang digambarkan oleh nabi yang berkaitan dengan madu : Madu berfungsi menyingkirkan kotoran yang terkumpul di lambung dan usus. Karena madu memang mengandung unsur penolak segala macam kotoran. Terkadang, lambung dihinggapi oleh zat-zat lengket yang menghalangi makanan akibat kandungan unsur perekatnya. Bila zat-zat perekat itu menempel di lambung, ia akan bisa merusak lambung sekaligus merusak makanan yang masuk. Maka obat yang dibutuhkan adalah yang mampu menyingkirkan unsur-unsur perekat tersebut. Madu adalah obat pencerna. Madu amat cocok untuk mengobati penyakit semacam itu. Terutama sekali bila dicampur dengan air hangat. 
Kenapa dalam kasus diatas perlu konsumsi madu secara berulang-ulang? Itu juga mengandung rahasia medis yang mengagumkan. Obat harus dikonsumsi dengan dosis yang tepat sesuai dengan penyakit yang diderita seseorang. Kalau dosisnya kurang, tidak akan banyak membantu. Tetapi kalau dosisnya berlebihan juga bisa melemahkan tubuh sehingga menimbulkan bahaya lain.
Nabi Muhammad SAW memerintahkan seorang laki-laki untuk meminumkan madu kepada saudaranya yang sakit dengan dosis yang sesuai untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Namun dosis yang diminumkannya tidak mencapai takaran yang pas. Ketika lelaki itu datang memberitahukan keadaan si sakit, nabi mengerti bahwa dosis yang diberikan memang belum cukup. Setelah itu datang berulang-ulang, beliau menekankan untuk terus menambah dosisnya sehingga 
mencapai dosis yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi penyakit tersebut, ketika obat itu diminumkan secara berulang-ulang, dengan izin Alloh penyakit itupun sembuh. Pengenalan terhadap dosis obat, cara mengkonsumsi obat dan kadar berat ringannya penyakit adalah formula ilmu kedokteran yang terbesar. Wallahu a'lam. 
 
Referensi : Metode Pengobatan Nabi Muhammad SAW oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah (Griya Ilmu)
Sumber tulisan : Majalah Dakwah Islam GERIMIS Edisi No.6 Tahun ke 2 bulan Juni 2007 (Yayasan Islam Al Huda Bogor)

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help