| |
Masyarakat diharapkan lebih waspada ketika berobat dengan tidak membuang bukti pembayaran, catatan resep, dan mencatat penjelasan dokter tentang penyakitnya sehingga dapat segera diketahui jika terjadi kasus malpraktik. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan, Iskandar Sitorus, di Jakarta, kemarin mengatakan, masyarakat cendrung lalai dan tidak menyimpan bukti-bukti berobat. "Masyarakat cenderung tidak peduli, padahal bukti-bukti itu sangat diperlukan jika terjadi kasus malpraktik. Masyarakat sendiri tidak siap dengan adanya kasus malpraktik, mereka tidak menyadari jika kasus malpraktik bisa terjadi pada siapa saja," katanya. Menurut dia, masyarakat harus membiasakan mencatat semua keterangan dokter ketika berobat dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penyakit yang diderita. "Jangan langsung mempercayai apa saja yang dikatakan dokter, tetapi berusaha mencari informasi-informasi tambahan dan jangan segan-segan bertanya kepada dokter tentang obat yang dikonsumsi atau penanganan yang akan dilakukan," katanya. Sejak tahun 2003 hingga 2006, kata Iskandar, LBH Kesehatan telah menerima 373 kasus kesehatan dari seluruh Indonesia, dari 90 kasus di antaranya malpraktik. Kasus pendanaan, katanya, yaitu kasus penolakan atau penyanderaan oleh pihak rumah sakit, dilakukan karena pasien tidak memiliki dana cukup untuk membayar obat atau biaya rumah sakit. "Kasus pendanaan biasanya dapat ditangani langsung dengan memberikan surat kepada pihak rumah sakit untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai. Jika tidak bisa secara damai maka dibuat laporan ke polda. Ada juga klien yang langsung lapor ke polda. Masyarakat perlu tahu bahwa mereka memiliki hak untuk memperoleh kesehatan dan pemerintah harus menyadarinya," kata Iskandar seperti dikutip kantor berita Antara. Iskandar mengatakan, umumnya kasus yang ia tangani mengambil jalan damai, yaitu sekitar 200 kasus. Sedangkan 110 kasus telah dilaporkan ke polda setempat. "Sekitar 85 persen orang yang mengajukan kuasa langsung kepada LBH Kesehatan adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka mengalami kesulitan saat membayar biaya pengobatan atau tidak memiliki uang untuk berobat sehingga meminta bantuan," kata dia. Berdasarkan data yang dimiliki LBH Kesehatan, sampai dengan empat tahun terakhir, jumlah kasus yang ia tangani rata-rata meningkat sekitar 80 persen. sumber ; suarakarya online
Salah satu hal yang sangat umum sekali dikenal orang tentang 'dokter gigi' adalah 'mencabut gigi'. Padahal notabene profesi dokter gigi tidak hanya selepas mencabut gigi. Maklumlah, bidang kedokteran gigi sekarang ini luas sekali cakupannya terlepas dari 7 bidang kedokteran gigi.
Ok, saya ngga akan membahas masalah bidang kedokteran gigi yang lain. Saya ingin sedikit membahas tentang proses pencabutan gigi, baik dari segi indikasi dan kontra indikasinya, alat-alat yang digunakan, tehnik, dan prosedur yang umum dilakukan. Sudah banyak sebenarnya literatur yang mungkin bisa memberikan penjelasan lebih detil tentang pencabutan gigi, apa yang saya jelaskan mungkin berdasarkan pengalaman 'mencabut gigi' beberapa pasien saya.
Apa sih sebenarnya 'mencabut gigi' itu? Mencabut gigi merupakan proses pembedahan yang prosedurnya memiliki standar prosedur pada pembedahan atau operasi dengan tujuan adalah mencabut gigi-geligi dari tulang alveolar pada rahang manusia.
Alasan pasien datang ingin di'cabut gigi'-nya? Mengenai alasan pasien tentunya ini disesuaikan dengan indikasi bahwa 'mencabut gigi' memang perlu dilakukan untuk kebaikan pasien tentunya.
Beberapa Indikasi pencabutan gigi : 1. Gigi dengan supernumerary, maksudnya gigi yang berlebih yg tumbuh secara tidak normal. 2. Gigi persistensi, gigi sulung yang tidak tanggal pada waktunya, sehingga menyebabkan gigi tetap terhambat pertumbuhannya. 3. Gigi yang menyebabkan fokal infeksi, maksudnya dengan keberadaan gigi yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. 4. Gigi yang tidak dapat dirawat secara endodontik/restorasi, gigi yang tidak bisa lagi dirawat misalnya; tambal, perawatan saluran akar. 5. Gigi dengan fraktur/patah pada akar krena trauma misalnya jatuh, kondisi ini jelas akan membuat rasa sakit berkelanjutan pada penderita hingga gigi tersebut menjadi non vital atau mati. 6. Gigi dengan sisa akar, sisa akar akan menjadi patologis karena hilangnya jaringan ikat seperti pembuluh darah, kondisi ini membuat akar gigi tidak vital. 7. Gigi dengan fraktur/patah pada bagian tulang alveolar ataupun pada garis fraktur tulang alveolar, kondisi ini sama dengan gigi pada fraktur pada akar. 8. Untuk keperluan perawatan ortodontik ataupun prostodontik, biasanya hal ini merupakan perawatan konsul dari bagian ortodontik dengan mempertimbangkan pencabutan gigi untuk mendapatkan ruangan yang dibutuhkan dalam perawatannya. 9. Dan biasanya yang terakhir adalah keinginan pasien untuk dicabut giginya, dengan pertimbangan 'langsung' menghilangkan keluhan sakit giginya, walaupun gigi tersebut masih dirawat secara utuh.
Bila ada indikasi maka ada juga kontra indikasi. Kontra indikasi pencabutan gigi didasarkan beberapa faktor, yang utama faktor lokal dan sistemik.
Faktor lokal: 1. Gigi dengan kondisi abses, maksudnya adanya pus atau nanah pada bagian ujung akar gigi, biasanya ditandai dengan rasa sakit yang hebat, bengkak, suhu meningkat. Tidak bisa dicabut karena proses pencabutan memiliki prosedur anestesi, nah saat dilakukan anestesi obat anestesi tidak akan bisa membuat jaringan yang di anestesi menjadi baal. 2. Adanya suspect keganasan bila dilakukan pencabutan, kondisi ini biasanya pada penderita yang didiagnosa adanya gejala-gejala kanker pada rongga mulut khususnya sekitar jaringan gigi. 3. Pasien dengan perawatan radioterapi, tidak bisa dilakukan pencabutan, dikarenakan dikhawatirkan terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.
Faktor sistemik: merupakan faktor2 yang sebenarnya perlu pertimbangan khusus untuk dilakukan pencabutan gigi. Bukan kontraindikasi mutlak dari pencabutan gigi. Faktor-faktor ini meliputi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit khusus. Dengan kondisi riwayat penyakit tersebut pencabutan bisa dilakukan dengan syarat penyakit yang menyertainya bisa dikontrol untuk menghindari terjadinya komplikasi saat sebelum pencabutan, saat pencabutan, ataupun setelah pencabutan gigi. Bagi dokter gigi, mencabut gigi tidak hanya berdasarkan indikasi dan kontraindikasi saja, tetapi juga memperhatikan kondisi pasca pencabutan gigi. Kondisi ini bisa saja menjadi perhatian khusus buat dokter gigi dan tentunya kembali kepada kondisi si pasien pasca pencabutan gigi.
Ada apa dengan pasca pencabutan gigi?
Pasca pencabutan gigi, kondisi tulang alveolar (soket gigi) yang tidak bergigi akan mengalami beberapa tahap proses. Proses tersebut bisa menuju pada proses penyembuhan (healing) atau bisa saja proses terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.
Bila yang terjadi proses penyembuhan, tentu bukan masalah yang harus dihadapi dokter gigi. Proses penyembuhan ini biasanya memerlukan waktu 3-7 hari untuk penutupan luka pencabutan gigi sampai soket gigi tersebut bisa menutup dengan baik oleh jaringan mukosa gusi.
Bagaimana bila yang terjadi komplikasi pasca pencabutan gigi?
Komplikasi, merupakan kondisi yang tidak diharapkan terjadi pada tindakan medis. Komplikasi ini bisa terjadi karena banyak faktor, baik dari faktor tenaga medis yang tidak terampil, faktor sistemik pasien, juga faktor lain diluar faktor yang disebutkan diatas.
Beberapa komplikasi yang sering terjadi pasca pencabutan gigi: 1. Oedema (dibaca: "udem"), pembengkakan yang tidak wajar, keadaan ini merupakan kondisi bengkak pada bagian tempat gigi yang dicabut. Ini bisa terjadi karena bermacam hal, seperti; trauma pada luka pencabutan, infeksi sekunder, proses inflamasi yang tidak terkontrol. 2. Perdarahan (hemorragie), keadaan ini merupakan terjadinya perdarahan yang hebat saat pencabutan gigi. Ini terjadi karena bermacam hal, seperti; kelainan sistemik pada pasien (misalnya hipertensi yang tidak terkontrol). 3. Dry socket, kondisi ini merupakan kondisi soket bekas pencabutan gigi tidak mengeluarkan darah, bisa disertai dengan bau, sakit hebat. Ini terjadi karena bermacam hal, seperti; adanya infeksi sekunder, penggunaan obat tertentu diluar ketentuan dokter/dokter gigi. 4. Patah tulang mandibula atau maksila, kondisi ini terjadinya fraktur (patah tulang) yang tidak diharapkan dari bagian soket gigi, atau bahkan tulang mandibula atau maksila tempat melekatnya tulang alveolar berada. Paling umum terjadi dikarenakan kesalahan tehnik operator saat melakukan pencabutan gigi. Oleh karena itu operator diharuskan memiliki tehnik yang benar dan bisa memperhitungkan seberapa besar penggunaan tenaga saat mencabut gigi dan cara menggunakan alat dengan tepat.
Lantas, setelah kita bisa tahu bagaimana dan apa saja yang bisa terjadi saat komplikasi pasca pencabutan gigi, apa yang harus dilakukan?
Untuk informasi saja, menghadapi komplikasi harus sesuai dengan etiologi (penyebab utamanya) dari saat sebelum dilakukan pencabutan gigi hingga sesudah pencabutan gigi, untuk mendapatkan perawatan segera mungkin yang tepat juga, untuk itulah kembali fungsi diagnosa sangat penting berperan.
Jadi, jangan takut untuk melakukan men-'cabut gigi'....
Jangan pernah meremehkan sakit gigi. Bahkan seorang Jusuf Kalla mengaku sangat peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Katanya, sakit gigi itu termasuk penyakit yang sulit ditunda dan bikin pusing kepala. "Penyakit gigi itu susah ditunda. Sebagai wapres, biasanya dokter menghadap ke saya, cuma dokter gigi yang saya mesti datangi," kata Jusuf Kalla setengah berkelakar saat membuka Kongres Perhimpunan Dokter Gigi (PDGI) ke-23 di Istana Wapres, Jakarta, belum lama ini. Ah, bila demikian adanya, penyanyi dangdut Meggi Z tampaknya belum pernah terkena sakit gigi. Jika pernah, ia tidak akan pernah berujar dalam lagunya yang hits itu, bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Karena faktanya, sakit gigi itu lebih memilukan ketimbang sakit hati. Yang lebih parah, sakit gigi juga memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. Jadi, jangan anggap sepele lagi gigi berlubang! Seperti dikemukakan Ketua Umum PDGI, drg Emir M Muis, ada banyak penyakit yang berawal dari mulut dan gigi. "Menjaga kesehatan mulut berarti juga menjaga kesehatan seluruh badan, karena mulut adalah pintu masuk segala macam benda asing ke dalam tubuh," kata Emir menegaskan. Ia menjelaskan, masalah utama yang menyebabkan sakit gigi umumnya adalah lubang pada gigi. Bila tidak sering dibersihkan, gigi yang berlubang itu sangat mudah dimasuki kuman dan bakteri. Yang menakutkan, kuman yang bersarang pada gigi berlubang itu bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi sejenis enzim yang mempercepat proses pengerasan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi tidak elastis (aterosklerosis). "Bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini menghambat aliran darah ke jantung. Hal ini berarti penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung juga tersendat. Jika berlangsung terus, jantung tak akan mampu berfungsi secara baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang," ujarnya. Hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskular akhir-akhir ini banyak diteliti, terutama berkaitan dengan bakteri endokarditis dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan sebuah penelitian, ternyata dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54 persen pasien memiliki riwayat penyakit periodontal. "Penemuan ini sangat mencengangkan karena jarang sekali penyakit gigi diperkirakan sebagai penyebab penyakit jantung. Namun, hasil dari berbagai penelitian masih dianggap belum memuaskan karena belum bisa menjelaskan secara jelas bagaimana ini bisa terjadi," tuturnya. Ditambahkan, komplikasi yang relatif banyak terjadi akibat infeksi gigi adalah gangguan mata. Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri, khususnya pada bagian atas kelopak mata. Hal itu terjadi karena gigi dan mata memiliki induk syaraf yang sama. Dalam kasus tertentu, seseorang juga bisa mengalami sakit kepala. Hal itu terjadi bila ada kelainan pada struktur rongga gigi. Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena sistem pengunyahan terdiri atas empat komponen, yaitu gigi dan jaringan penyangga, tulang rahang, otot-otot dan sendi rahang. "Semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Jika salah satu gigi dicabut dan tidak segera diganti, maka gigi lawannya tidak berpasangan. Kondisi seperti ini mengganggu proses pengunyahan. Makan jadi tidak enak, dan pengunyahan menjadi tidak sempurna. Akibatnya orang yang sudah lama hanya mengunyah dengan satu sisi rahang saja akan mengalami keluhan sakit di bagian belakang kepala," ujarnya. Tentang penyakit diabetes, Emir menjelaskan, pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Unsur itu menyebabkan kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes. "Mungkin di masa depan, faktor penyebab semacam ini harus mendapat perhatian lebih dari dokter jantung. Di kartu status pasien perlu ditambahkan riwayat keadaan gigi dan mulut pasien, untuk memudahkan pengobatan," katanya. Gigi Berlubang Emir menjelaskan, semua permasalahan yang terjadi saat terkena sakit gigi dan dampak lanjutannya, bersumber pada gigi berlubang. Padahal, bagi masyarakat Indonesia yang terkenal malas menggosok gigi minimal dua kali sehari, masalah gigi berlubang dianggap biasa. Sebagaimana hasil penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang menyebutkan 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang. Data itu pun sesuai dengan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan. Survei itu menyebut prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan. Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga servei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia. Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Keluhan sakit gigi berakibat seseorang tidak masuk kerja atau pergi ke sekolah. Gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti berakitivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari. "Masyarakat yang menderita sakit gigi 87 persen di antaranya tidak berobat ke dokter gigi. Sementara 69,3 persen berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut," ujarnya. Produktivitas terganggu akibat penyakit gigi memang sudah menjadi fakta yang jelas. Tidak hanya dari sisi medis, ketidakpedulian masyarakat pada penyakit gigi dan mulut secara ekonomis juga merugikan. Tahun 2002 International Dental Journal melansir data bahwa di banyak negara penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit keempat yang paling mahal biaya penyembuhannya. Pengobatan penyakit gigi berlubang berdasarkan data tersebut membutuhkan biaya hingga 3.513 dolar AS per 1.000 orang anak. Anggaran tersebut melebihi anggaran kesehatan yang diperuntukan bagi anak-anak di negara-negara yang paling rendah pendapatan per kapitanya. "Jika 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit karies, dimana rata-rata setiap orang mempunyai dua gigi berlubang, berarti terdapat 350 juta gigi berlubang di Indonesia yang harus ditambal oleh dokter gigi. Biaya menambal gigi berlubang berkisar Rp 20 -100 ribu. Maka dana yang dikeluarkan untuk mengurusi gigi berlubang sebesar Rp 8,75 triliun," katanya. Kunci dari perbaikan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat sangat mungkin tergantung pula dari partisipasi banyak pihak. Edukasi menjadi penting, karena hanya 10 persen orang Indonesia menggosok gigik dengan cara yang benar. Bahkan sebanyak 22 persen di antaranya menggosok gigi hanya kadang-kadang saja. Tingkat pendidikan tampaknya memiliki hubungan dengan penyakit gigi. Sebanyak 63 persen penduduk Indonesia menderita karies yang tidak diobati dengan tingkat rata-rata 1,89 penyakit karies per orang. Persentase tersebut semakin turun pada kelompok masyarakat yang pendidikannnya kian tinggi. Orang Indonesia yang terkena karies menjadi 50 persen pada masyarakat berpendidikan SLTA dan pada jenjang perguruan tinggi. Semakin tinggi pendidikan seseorang, kian tinggi pula tingkat kesehatan gigi dan mulutnya. Bila proses edukasi sudah terlaksana, mestinya dukungan pelayanan kesehatan gigi pun menjadi perhatian pula. Seperti diketahui keterjangkauan dukungan tenaga medis untuk mengatasi penyakit gigi saat ini masih terjadi. Hal ini disebabkan tingginya angka penderita penyakit gigi di Indonesia. Data yang dilansir PDGI menyatakan rasio tenaga dokter gigi terhadap jumlah penduduk masih rendah yaitu 1 berbanding 21.500 penduduk. Sedangkan tenaga perawat gigi 1 berbanding 23.000 penduduk. Sementara menurut ketentuan WHO, idealnya rasio tersebut adalah 1 berbanding 2.000 penduduk. Jumlah penduduk Indonesia adalah 224 juta orang, maka rasio di Indonesia masih jauh dari ideal.
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan.
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis, dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian Quality Control , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab " KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA.
Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia.
Hampir diseluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 peternakan.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang; Dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM, dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut.
Sebagai awal ujicobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Pada saat itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantukam dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk.
Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut. Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengekspor. Menoleh kemasa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang factor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.
Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ke telinga tentara yang kebanyakan muslim dan beberapa Vegetarian ( orang yang tidak makan daging), maka tentara - tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara ( civil war ). Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan.
Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970-an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tersebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam.
Sebagai akibatnya,perusahaa n -perusahaan produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara islam, dimana laba penjualan ke negara islam bisa mencapai milliar dolar.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya.
Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu, kekerasan dan seks bebas ( kumpul kebo ). Oleh karena itu saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini.
Jika ditemukan kode- kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi.
E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat islam untuk mengikuti syariat islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saurdara kita.
M. Anjad Khan Medical Research Institute United States
"Hypnobirthing digunakan untuk menekan atau menghilangkan rasa takut yang pada akhirnya mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa sakit." TIGA bulan lagi, janin yang berada dalam rahim Ratih (29), akan lahir ke dunia. Senang sih, tapi ia ngeri juga jika mengingat proses melahirkan. Langsung terbayang rasa sakit luar biasa yang akan diderita. Pada proses kelahiran anak pertama, Ratih merasa dirinya tak mengalami kodrat perempuan sesungguhnya karena melahirkan dengan cara operasi caesar. Namun, untuk kehamilan anak kedua, dirinya bertekad ingin berjuang bagi sang buah hati dan mengalami persalinan secara normal meski bayangan rasa sakit tetap menghantui. Melahirkan memang proses alami dan menimbulkan rasa sakit. Apalagi, para ibu yang sudah memiliki anak "menularkan" cerita bahwa melahirkan secara normal akan membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat karena terlampau sakit. Akibat panik dan stres, banyak perempuan yang merasakan sakit lebih parah dari seharusnya. Ini disebut juga fear-tension-pain concept, yaitu rasa sakit yang menimbulkan ketegangan atau kepanikan yang menyebabkan otot kaku dan sakit. Tak heran jika ada juga perempuan yang melahirkan normal, namun menggunakan bius epidural untuk mengatasi rasa sakit. Sebenarnya, Ratih atau wanita hamil lain tak perlu cemas akan sakitnya proses melahirkan. Kini bukan hal yang tidak mungkin, seorang perempuan melahirkan normal tanpa rasa sakit, salah satunya dengan hypnobirthing. Dalam talkshow "Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Hypnobirthing" di Hotel Ardjuna Jln. Ciumbuleuit Bandung, Minggu (24/2), inisiator program hypnobirthing yang juga menjadi Clinical Hypnotherapist Lanny Kuswandi mengatakan, nyeri saat melahirkan disebabkan rasa takut dari si ibu. "Hypnobirthing digunakan untuk menekan atau menghilangkan rasa takut yang pada akhirnya mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa sakit," ujarnya. Rasa takut membuat otot polos di dalam tubuh menjadi tegang, pembuluh darah menyempit, pasokan oksigen berkurang, mulut rahim kaku, dan impuls sakit di rahim bertambah.
Metode hypnobirthing sebenarnya sudah dilakukan pada era 1950-an di Amerika. Pada 1987, seorang praktisi kesehatan yang mendalami pengobatan mind and soul, Michelle Leclaire O’Neil, Ph.D., mulai melakukan penelitian yang menghubungkan pikiran dan tubuh dengan kesuburan, kehamilan, kelahiran prematur, dan depresi pascapersalinan. Menurut dia, hipnosis bisa digunakan sebagai salah satu metode pendekatan kejiwaan yang memberi kesempatan pasien untuk berkonsentrasi, fokus, relaks, sekaligus tetap sadar sepenuhnya saat proses persalinan. Pada perkembangannya, metode tersebut lebih dikenal dengan hypnobirthing. Namun yang mematenkan nama hypnobirthing tak lain Marie F. Mongan, M.Ed., M.Hy., seorang hipnoterapis dan hipnoanestesiologi bersertifikat dari New Hampshire, Amerika. Metode hypnobirthing yang diciptakannya merupakan penggabungan dari metode hipnosis yang dilakukan sendiri (selfhypnosis) dan proses kelahiran alami. Hypnobirthing terdiri atas kata hypno (dari hypnosis) dan birthing (melahirkan), diartikan sebagai seni dan keterampilan untuk meningkatkan ketenangan pikiran sehingga dapat menghadapi persalinan dengan nyaman. Dengan kondisi ibu yang tenang, ketenangan pikiran juga dirasakan bayi dalam kandungan. Dalam metodenya, hypnobirthing menekankan pada munculnya sugesti positif, perasaan tenang, dan relaks. "Saat kondisi tenang dan relaks, otomatis otak akan mengalirkan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit," ujar terapis di Klinik Pro V dan Rumah Sakit Bunda ini. Namun, jika rasa panik, takut, atau stres saat proses persalinan makin menguat, otak akan mengalirkan zat yang menutup pengeluaran endorfin. Semakin takut seseorang saat melahirkan, kian luar biasa pula sakit yang akan dirasakan. Hypnobirthing bisa dilakukan di usia kehamilan berapa pun. Namun, umumnya dilakukan di usia kehamilan 7 bulan atau 2 minggu sebelum proses persalinan. Bisa dilakukan dua kali sehari di saat pagi maupun menjelang tidur malam, lamanya sekitar 10-15 menit. Tempatnya bergantung keinginan masing-masing dan sebaiknya dilakukan berpasangan dengan sang suami agar tercipta hubungan spiritual bersama.
Ada beberapa cara melakukannya hypnobirthing. 1. Posisi tubuh dibuat senyaman mungkin, dengan duduk atau berbaring telentang atau miring. Jika berbaring, lakukan posisi menyamping ke kiri agar dapat memperbaiki aliran darah ke rahim atau plasenta. 2. Kondisikan seluruh tubuh dalam keadaan relaks. Pejamkan mata dan mulai bernapas dalam-dalam melalui hidung secara perlahan dan teratur. Kendurkan otot-otot seluruh tubuh dan istirahatkan pikiran. Berkonsentrasilah pada niat untuk melakukan relaksasi dan hypnobirthing. 3. Bayangkan dan niatkan proses persalinan yang menyenangkan dan membahagiakan, proses bersalin yang lancar, serta membayangkan bayi mungil yang sehat dan lucu. 4. Setelah kondisi relaks, tanamkan sugesti dan niat positif ke alam bawah sadar. Misalnya, "Aku bisa melahirkan secara alami, lancar dan normal" atau "Bayiku terlahir sehat." 5. Saat hendak selesai, biarkan otot-otot semakin relaks dengan menghirup napas panjang dan buang napas perlahan lewat hidung. Kembali ke kondisi normal dan siap melakukan kegiatan lain atau beristirahat. 6. Pada saat bersalin, tetaplah tenang, bernapaslah secara teratur, selaraskan energi dengan datangnya kontraksi sehingga tenaga tidak terbuang percuma.
Dengan metode hypnobirthing, rasa sakit yang dialami saat persalinan akan berkurang atau bahkan tidak dirasakan sama sekali. Selain itu, ibu akan mendapat ketenangan diri saat proses persalinan, dan memungkinkan ibu untuk tidak berteriak/mengamuk/menjerit kala menahan sakit akibat kontraksi. Selain itu, cara ini dapat mempersingkat masa proses bersalin, pascabersalin cepat kembali pulih. Jika sang ibu sering melakukan hipnosis atau berkomunikasi dengan janinnya, membantu kondisi janin terlepas dari kondisi terlilit tali pusat atau letak sungsang. Misalnya, masukkan sugesti dan ungkapkan, "Ayo, putar kepalamu ke bawah agar keluarnya mudah." Rasa sakit yang dapat dikurangi dengan hypnobirthing bergantung "kepintaran" sang ibu membuat tubuhnya relaks. "Kalau dia sudah terlatih rata-rata 50% nyeri persalinan dapat dikurangi. Bahkan, kalau sudah sangat relaks dan tenang rasa sakit dapat hilang," ungkap Lanny. Menurut dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, dr. Boy Abidin, Sp.O.G., melahirkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks, perlu kesiapan mental dan semangat yang besar, ketenangan dan keyakinan kuat untuk melahirkan bayi secara alami, di samping syarat proses persalinan normal secara medis terpenuhi. "Di sinilah hypnobirthing berperan, membantu memberikan kesiapan mental dan keyakinan untuk melahirkan secara alami dengan rasa sakit yang minimal," katanya. Hal tersebut, lanjut dia, ditemukan pada beberapa pasien yang sudah menerapkan hypnobirthing selama proses persalinan. Persalinan berlangsung secara lancar, relatif lebih cepat dan dengan keluhan nyeri yang sangat minimal. "Hal ini juga sangat memengaruhi kualitas bayi yang dilahirkan, bayi terhindar dari kekurangan oksigen (asfiksia) selama proses persalinan, sehingga perkembangan otaknya pun lebih baik," ujarnya. Untuk mendapatkan ilmu mengenai hypnobirthing, seorang penulis buku Evarini Andriana sudah menyusun berbagai referensinya dalam buku Melahirkan tanpa Rasa Sakit. Buku tersebut disusun berdasarkan pengalaman pribadinya setelah menjalani hypnobirthing. "Hasilnya jauh lebih baik daripada yang saya bayangkan. Selain proses persalinan berjalan amat lancar, saya pun berhasil mengubah diri dan pola pikir, termasuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan hidup," ujarnya. Konon, melahirkan secara normal merupakan impian dan anugerah terindah bagi semua ibu. Mulailah berlatih untuk relaks dan tenang lewat metode hypnobirthing agar tidak mengalami rasa nyeri saat persalinan. Ternyata, proses melahirkan itu bisa jadi menyenangkan. (Ririn N.F./"PR")***
 | Berobat | Mar 14, '08 7:04 PM for everyone |
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya, yang akan diketahui siapa pun yang mengetahuinya, Jika suatu obat dapat menyembuhkan penyakit, maka orang yang sakit akan sembuh dengan seizin Allah.”
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, kerana Allah Ta’ala tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua.” Sunan Abu Daud. Menurut Syaikh Al-Albany, ini hadits shahih. Lihat Shahihul-Jami,2930.
Dari Ibnu Abbas ra., bahwa ada seorang lelaki bangkit menghampiri Rasulullah SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah berobat ada manfaatnya, toh sudah ada takdir?” Rasulullah SAW menjawab, “Obat juga termasuk takdir. Ia bermanfaat bagi siapa pun yang dikehendakinya dengan apa yang dikehendakinya.” Shahihul-Jami’ Al-Albany,3416. Syaikh menghasankannya. Nabi telah menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban yang komplit dan tuntas: “ Semua obat-obatan itu, ruqyah dan imunisasi adalah termasuk takdir Allah.” Tidak ada sesuatu pun yang keluar dari takdir-Nya. Takdir Allah dapat berubah dengan takdir-Nya pula. Perubahan itu sendiri juga termasuk takdir-Nya. Maka tidak ada jalan untuk keluar dari takdir-Nya dengan cara apapun. Ath-Thibb An-Nabawy
Kesembuhan
Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda, “Kesembuhan ada pada tiga macam: Minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan api.” Shahih Al Bukhary,5680.
Al Bukhary meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa dia pernah mendengar Nabi SAW bersabda, “ Dalam Habbatus Sauda’ terkandung kesembuhan untuk segala penyakit,kecuali as-sam.” Aku bertanya, “Apa as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian.” Shahih Al Bukhary, 5687
“Tidak ada satu pun penyakit melainkan dalam habbatus sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian.” Shahih Muslim, 2251 Manakah Ilmu Kedokteran dan manakah Dokter? “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberikan kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu dikumpulkan.” (Al-Anfal: 24)
Manakah Ilmu Kedokteran dan manakah Dokter?
Ada seseorang pernah berkata kepada Nabi SAW, “Aku adalah orang yang dapat mengobati.” Maka beliau bersabda, “Allahlah yang dapat mengobati. Yang lebih tepatnya, engkau adalah rafiq (pendamping), sedangkan yang mengobati adalah yang menciptakannya.” As-Silsilah Ash-Shahihah, 1537. Al-Albany menshahihkannya. Diriwayatkan Abu Daud, 3674 dan Ahmad, 16843.
Ilmu Kedokteran dan penyembuhan termasuk salah-satu sebab kesembuhan. Sementara kita diwajibkan untuk mengambil sebab. Sebab penyembuhan yang paling agung dan akurat adalah berasal dari wahyu langit, yaitu pengobatan ala-Nabi yang mulia, Ath-Thibbun-Nabawy Asy-Syarif. Pengobatan harus didasarkan kepada Aqidah Islam. Dengan kata lain, bahwa Allah yang menguasai alam ini, bahwa di Tangan-Nyalah terdapat kesembuhan, bahwa Dialah yang memberikan kesembuhan atau menahannya bagi manusia.
Ibrahim Alaihis-Salam berkata, “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy-Syu’ara’:80). Beliau menetapkan dan menegaskan satu hakikat dan aqidah yang tidak boleh lepas dari hati orang Muslim.
Ath-Thibb An Nabawy (Pengobatan ala-Nabi)
Ibnu- Qayyim berkata, “Pengobatan ala- Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti, bernuansa Ilahy, berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akhlak. Sementara pengobatan lainnya lebih banyak bersifat praduga, kira-kira dan berdasarkan eksperimen. Lain halnya dengan pengobatan ala- Nabi, yang keefektifannya langsung diterima, disertai dengan keyakinan akan kesembuhannya dan kesempurnaan penerimaannya berdasarkan iman dan kepasrahan.
Al-Quran menjadi kesembuhan bagi penyakit di dalam dada, jika tidak diterima dengan cara itu, maka ia tidak akan menyembuhkan penyakit di dalam dada.
Nabi SAW Menjelaskan Obat Kepada Orang Lain
Penjelasan Nabi SAW tentang obat di hadapan orang yang sakit, berdasarkan wahyu yang beliau terima.
Firman Allah, “Dan tiadalah yan diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm:3-4)
Pengobatan ala-Nabi tiada lain merupakan wahyu yang berasal dari Ath-Thabib Azza wa Jalla, disampaikan kepada Al- Habib Nabi SAW
Ibnul Qayyim berkata, “Membandingkan pengobatan para pakar pengobatan dengan pengobatan Rasul Allah SAW, sama dengan membandingkan pengobatan orang-orang yang lemah dengan pengobatan mereka. Para pemuka mereka pun sudah mengakui hal ini. Pengetahuan yang mereka miliki tentang pengobatan, ada yang berkata bahwa itu merupakan analogi, eksperimen, ilham, mimpi atau perkiraan yang kebetulan tepat.
Mana mungkin hal ini dapat disejajarkan dengan wahyu yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, dengan disertai penjelasan tentang hal-hal yang bermanafaat dan bermudharat? Membandingkan ilmu yang mereka miliki dengan wahyu ini, sama dengan membandingkan ilmu yang mereka miliki dengan apa yang disampaikan para nabi. Bahkan di sana ada obat-obat yang berasal dari penjelasan wahyu, yang memberikan pengaruh positif terhadap kesembuhan, yang tidak dapat disamai ilmu dokter yang paling pakar sekalipun, tidak pula disamai analogi dan eksperimennya. Kami sudah pernah mencoba hal ini, juga teman-teman kami, yang ternyata memberikan pengaruh yang tidak dapat dicapai obat-obatan macam apa pun. Ath-Thibb An-Nabawy, hal 11-12. Pentingnya Penyembuhan Dengan Al-Quran Dan As-Sunnah
Tidak diragukan lagi bahwa penyembuhan dengan Al-Quran dan dengan apa yang ditegaskan oleh Nabi SAW berupa Ruqyah (Ruqyah jama’nya adalah ruqaa, yaitu bacaan-bacaan untuk pengobatan yang syar’I (yaitu berdasarkan pada riwayat yang shahih, atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama)
Allah SWT berfirman, “Katakanlah: ‘Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.’” (QS. Fushilat:44)
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Israa’: 82)
Pengertian “dari al-Quran”, pada ayat diatas adalah al-Quran itu sendiri. Karena al-Quran secara keseluruhan adalah penyembuh, sebagaimana disebutkan ayat di atas.
Obat Dan Penyembuhan Yang Dilarang Nabi SAW
Firman Allah, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr:7) Meskipun Nabi SAW sudah melarang melakukan penyembuhan denga hal-hal yang diharamkan dan obat-obat yang kotor, buruk dan beracun, toh masih ada orang di zaman sekarang yang menyalahi sabda beliau , lalu dia melakukan penyembuhan dengan hal-hal yang diharamkan, seperti penggunaan racun ular atau dengan menggunakan bagian-bagian tubuh binatang yang diharamkan.
Dari Ibnu Mas’ud ra., dia berkata “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang diharamkan atas kalian.” Diriwayatkan Abu Daud, At-Tirmidzy dan Ibnu Majah. Al-Albany menshahihkannya.
Dari Abu Hurairah ra., Dia berkata, “Nabi SAW melarang penggunaan obat yang buruk.” Diriwayatkan Abu Daud dan An-Nasa’y. Al-Albany menshahihkannya dalam Shahihul-Jami’, 6878 Yang dimaksudkan buruk atau al-khabits di sini ialah obat yang beracun atau racun itu sendiri.
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghisap racun, maka racunnya ada di tangannya dan dia akan menghisapnya di neraka Jahannam, kekal dan dikekalkan di dalamnya selama-lamanya.” Muttafaq Alaihi;Al Bukhary,5778;Muslim,109.
Siapakah Selain Allah yang Mampu Memenuhi Keperluan Orang yang Berdoa untuk Mengenyahkan Kesulitan?
Firman Allah, “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kalian mengingat (Nya)?” (An-Naml: 62)
Wahai saudaraku karena Allah, ketahuilah bahwa berdoa disertai keyakinan, sabar dan ridha menjadi sebab kesembuhan, bahkan itu merupakan kesembuhan yang paling kuat. Dari Salman Al-Farisy ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Mahahidup dan Maha Pemurah. Dia malu sekiranya ada seseorang menengadahkan kedua tangannya, menarik tangannya dalam keadaan hampa tanpa hasil.” Diriwayatkan At-Tirmidzy, disebutkan dalam Shahihul-Jami’,1757, ini hadits shahih
Firman Allah, “Dan, apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah:186)
Demi Allah, siapa yang berdoa kepada Allah dengan disertai keyakinan doanya akan dikabulkan, tanpa merasa memerlukan selain Allah, menghampiri pintu Allah dan mengetuknya, menelungkup di hadapan-Nya, niscaya Allah akan memenuhi segala keperluannya, dan itulah yang pasti terjadi.
Kesembuhan yang Berasal dari Wahyu Penutup Para Nabi
Rasulullah SAW bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya.” Shahih Muslim,2204
“Allah tidak menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obat baginya.” Shahihul-Jami’,5558. Ini hadits shahih
“Dzat yang menurunkan penyakit, juga yang menurunkan kesembuhan menurut kehendak-Nya.” Diriwayatkan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, disebutkan dalam Shahihul-Jami’,1688. Ini hadits shahih.
Sesungguhnya penyakit adalah sebagian dari hakikat. Begitu pula kesembuhan. Tapi analisis dan diagnosis terhadap jenis-jenis penyakit, merupakan perkara yang tidak mengenal kata akhir.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik.” Shahih Muslim, 1015 Setiapkali Allah meninggalkanperkara yang baik, maka Dia juga meletakkan jalan dan caranya. Karena itulah Dia mengutus kekasih-Nya, Muhammad SAW agar menerangi jalan di hadapan kita dengan petunjuk Al-Kitab dan As-Sunnah, agar kita termasuk golongan orang-orang yang memiliki roh yang baik.
Pada beberapa tahun kebelakangan ini banyak bermunculan hasil penelitian dan uji coba sehubungan dengan madu, yang kemudian dimuat di berbagai majalah, di antaranya;
Kuman Tidak Mampu Melawan Madu
Ini merupakan judul sebuah artikel di Majalah Dis Lancet Infect edisi Febuari 2003, yang ditegaskan oleh Dr. Dixon tentang efektivitas madu yang sangat kuat dalam menguasai berbagai macam kuman, sehingga kuman-kuman itu tidak mampu berhadapan dengan madu. Lalu peneliti ini mengajak untuk menggunakan madu sebagai penyembuh infeksi dan luka bakar.
Berbagai penelitian ilmiah juga mengisyaratkan bahwa kandungan fisikal dan kimiawi dalam madu, seperti kadar keasaman dan pengaruh osmotic, memainkan peranan yang sangat urgen untuk membunuh kuman-kuman. Di samping itu, madu memiliki inflammatory activity anti, kandungan khusus yang untuk melawan peradangan dan infeksi, serta membangkitkan reaksi pencegahan di dalam luka bakar.
Penggunaan Madu Untuk Antiinfeksi
Dalam Majalah Ann Plast. Surg., edisi bulan Febuari 2003, dimuat sebuah kajian dan uji coba terhadap 60 orang Belanda yang terkena luka dalam dengan beberapa jenisnya, meliputi 21 orang dengan luka lama, 23 orang dengan luka sedang dan 16 orang dengan luka baru karena terkena benda tajam. Para peneliti menegaskan bahawa penggunaan madu sangat mudah bagi setiap orang yang sakit atau terluka kecuali satu orang saja. Yang pasti, madu cepat membersihkan luka dan tidak menimbulkan efek samping ketika ia digunakan untuk menyembuhkan luka. Para peneliti di majalah Arch Surgery menganjurkan penggunaan madu sebagai pencegah pembekakan luka ketika ada tumor yang menyerang.
Madu Dan Diabetes
Madu justru mampu menurunkan kadar gula dalam darah orang yang terkena sakit gula darah atau kencing manis atau diabetes. Beberapa bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadikan penguraian gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.
Bahan Kandungan Madu Air (17.2%) Levulosa (38,2%) Dekstrosa (31,3%) Sukrosa (1,3%) Dekstrin dan Gum (1,5%) Vitamin dan Mineral (0,2%) Bahan-bahan lain: lakton (7,1%), abu (0,2%), nitrogen (0,04%), enzim diastase dan enzim-enzim lainnya (20,8%). Madu juga mengandung asam-asam amino, dan inhibin (antibiotik).
Mineral Dalam Madu
Kandungan mineral yang terdapat dalam madu alam, tergantung dari mana sari buah yang dihisap oleh lebah penghasil madu tersebut ditanam pada tanah yang banyak kandungan mineral apa. Sehingga banyaknya kandungan zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat hubungannya dengan pewarnaan darah (haemoglobin).
MADU:KHASIAT dan MANFAAT
KHASIAT: antibakterial, antiviral, antiradang, ekspektoran, antikarsinogenik, laksatif ringan, antianemia, dan tonikum MANFAAT: Umum: meningkatkan daya tahan tubuh terhadap gejala flu, mengatasi berbagai infeksi, memulihkan energi
Khusus: mengatasi gangguan fungsi dan radang pada sistem pencernaan, pernafasan, jantung dan sirkuasi darah, sistem saraf, sistem urinari; mengatasi gangguan jiwa (stress), radang kulit, dll.
“Kesembuhan ada pada tiga macam: Minum madu, sayatan alat hijamah dan sundutan api, namun aku melarang umatku melakukan sundutan api.” Shahih Al Bukhary.5680
“Kalaulah dalam sesuatu di antara obat-obat kalian ada kesembuhan, maka hal itu ada pada minum madu atau sayatan alat hijamah atau sundutan dengan api, tapi aku tidak suka sundutan.” Shahih Al Bukhary, 5702
Dari Abu Sa’id, bahwa ada seorang lelaki menemui Nabi SAW, seraya berkata, “Saudaraku sakit dibagian perutnya.” Maka Beliau bersabda, “Beri dia madu!” Orang itu datang untuk kedua kalinya. Maka beliau bersabda, “Beri dia madu!” Orang itu datang untuk ketiga kalinya. Maka beliau bersabda, “Beri dia madu!” Kemudian orang itu datang lagi seraya berkata, “Aku sudah melakukannya.” Beliau bersabda, “Allah benar dan perut saudaramu yang tidak beres. Beri dia madu!” Setelah diberi madu untuk keempat kalinya, maka dia pun sembuh. Muttafaq Alaihi; Al-Bukhary,5684; Muslim, 2217
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 69).
Rahasia dan Kehebatan Minyak Zaitun
Nabi SAW menyampaikan nasihat agar mengkonsumsi minyak zaitun dan menjadikannya sebagai minyak oles. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada tanggal 21 April 1997 diselenggarakan pertemuan di Roma, yang dihadiri 16 pakar medis paling terkenal di dunia.
Mereka mengupas, mengkaji dan mengeluarkan satu keputusan penting tentang minyak zaitun.
Dalam siaran persnya, mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi serangan penyakit arteriole (saluran darah kecil di hepar/liver) dan menghambat naiknya kolesterol darah, tekanan darah dan diabetes, sebagaimana ia melindungi serangan sebagian penyakit kanker.
Minyak zaitun dan kolesterol
Berbagai penelitian sudah menegaskan , sehinga tidak ada peluang untuk meragukannya, bahwa minyak zaitun dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat
Al-Kam’ah dan Itsmid Sebagai celak untuk Melindungi Mata
““Al-Kam’ah termasuk jenis manna, yang airnya dapat menyembuhkan sakit mata." Muttafaq Alaihi;Al Bukhary,5708; Muslim,2049 Al Kam’ah- nama latinnya adalah truffle, dari jenis cendawan atau jamur Itsmid- nama latinnya adalah antimony(jenis batu hitam atau kebiru-biruan)Talbinah (air rebusan biji gandum)
“Talbinah melegakan sanubari orang yang sakit dan menghilangkan sebagian kesedihan.” Muttafaq Alaihi; Al Bukhary,5417 : Muslim, 216.
Al-‘Ud Al-Hindy atau Al-Qusthul- Bahry
“Hendaklah kalian menggunakan al-‘udul-hindy ini, kerana di dalmnya terdapat tujuh macam penyembuhan, di antaranya untuk menyembuhkan radang selaput dada, digunakan sebagai gurah (dimasukkan ke hidung) untuk mengobati sakit tenggorokan dan ia diteteskan di pinggir mulut untuk mengobati radang selaput dada.” Shahih Al Bukhary. 5692
Petunjuk Nabi SAW Melakukan Terapi Demam
Diriwayatkan dengan Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api Jahannam. Maka dinginkanlah dengan air.”
“Jangan mencela demam. Kerana demam dapat menghapuskan dosa sebagaimana api melenyapkan karat pada besi.” Hadis senada juga dikeluarkan oleh Muslim dari Jabir ra.
Petunjuk Nabi SAW Dalam Terapi Penyakit Perut Melilit
Minum madu, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat: madu dan Al-Quran.” Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim dalam Shahih-nya.
Petunjuk Nabi SAW Dalam Pengobatan Kolera Dan Cara Pencegahannya.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Amir bin Saad bin Abi Waqqash, dari ayahnya bahwa ia pernah mendengar sang ayah bertanya kepada Usamah bin Zaid: “ Apa hadits yang pernah engkau dengar dari Rasulullah SAW berkaitan dengan penyakit kolera?” Usamah menjawab: Rasulullah SAW pernah bersabda: “Kolera adalah hukuman yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan Bani Israil dan orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah kolera di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun bila kolera itu mewabah di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian demi menghindari penyakit itu.”
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Hafshah binti Sirin bahwa ia menceritakan: Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Kolera adalah mati syahid bagi setiap muslim.” Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya.
Petunjuk Nabi SAW Dalam Mengobati Epilepsi
Penyakit Epilepsi ada dua macam:
1.Epilepsi kerana pengaruh ghaib yang merusak dalam tubuh. 2.Epilepsi kerana unsur merusak dalam tubuh.
~Lalu muncullah kalangan pakar medis yang akhirnya hanya mengakui keberadaan epilepsi jenis kedua sahaja.
Setiap orang yang mengenal ruh dan pengaruhnya, pasti akan mentertawakan kebodohan mereka, kerana betapa lemahnya akal mereka. Teori terapi untuk jenis pertama ini ada dua sisi: satu sisi
dari pihak si sakit, dan sisi yang lain dari pihak tenaga medis. Sisi yang berasal dari si sakit adalah sugesti dan kekuatan bermunajat hanya kepada Sang Pencipta dari seluruh ruh dan keghaiban. Lalu memohon perlindungan secara benar kepada sandaran hati dan lisan. Itu sama halnya dengan pemberantasan.
Pemberantasan harus menggunakan senjata, dan itu hanya sempurna dengan dua hal: Pertama, senjatanya harus tepat dan bermutu baik. Kedua, lengan yang memegang senjata itu harus kuat.
Bila salah satu dari dua hal itu tidak terpenuhi, senjata itu tidak akan banyak berfungsi. Apalagi bila kedua-duanya tidak terpenuhi. Yakni kondisi hati yang rusak tauhidnya, rusak rasa tawakal dan ketakwaannya serta ketaatannya, dan ia tidak memiliki senjata!!
Sisi kedua, Dari pihak tenaga medis. Pihak tenaga medis juga harus memiliki kedua syarat tersebut. Sampai-sampai sebagian thabib hanya perlu mengucapkan: “Keluar!” atau menyebut nama Allah, atau mengucapkan: “Laa haula wa laa quwwata illa billah.” Nabi SAW sendiri pernah (saat mengobati penyakit ini) hanya mengucapkan: “Keluarlah, wahai musuh Allah!! Aku ini Rasulullah.” Diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Ummu Abban.
~ Beliau juga biasa mengobati dengan ayat Al-Kursi. Beliau juga menyuruh si sakit untuk membacanya, demikian juga orang yang mengobatinya, di samping juga membaca Al-Muawwidzatain.
Petunjuk Nabi SAW Dalam Mengobati Pusing Dan Migrain.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Tarikh-nya dan oleh Abu Daud dalam As-Sunan bahwa Rasulullah SAW setiap kali ada orang yang datang menemui beliau menceritakan sakit kepalanya, pasti beliau bersabda: “Bekamlah.” Dan setiap kali orang menceritakan sakit di kakinya kepada beliau, beliau berkata: “Gunakan inai untuk membalutnya.”
Petunjuk Nabi SAW Dalam Terapi Dengan Tidak Memberikan Makanan Dan Minuman Yang Tidak Disukai Pasien, Meski Tidak Menolaknya.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Jami’-nya, juga oleh Ibnu Majah dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa ia menceritakan:
Rasulullah SAW bersabda: “Jangan paksa orang-orang sakit untuk menyantap makanan atau minuman tertentu. Allah yang akan memberi makan dan minum.”
Petunjuk Nabi SAW Dalam Terapi Hepatitis
Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya dari hadits Mujahid, dari Saad bahwa ia menceritakan: “Aku pernah sakit. Rasulullah SAW datang menjengukku. Beliau meletakkan tangannya di atas dadaku sehingga aku merasakan dingin tangan beliau di dadaku. Beliau berkata: “Engkau terserang hepatitis. Temuilah Al- Harts bin Kaldah dari Tsaqif. Ia seorang Ahli Pengobatan. Suruh dia mengambil tujuh buah kurma Ajwah dari Al-Madinah, tumbuk dengan biji-bijinya, kemudian suruh dia mencekokkannya ke dalam mulutmu.”
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan hadits Amir bin Saad bin Abi Waqqash, dari ayahnya (Saad bin Abi Waqqash) bahwa ia menceritakan: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang di pagi hari menyantap tujuh buah kurma Aliyyah, tidak akan terkena bahaya racun maupun sihir pada hari tersebut.” Dalam lafal lain disebutkan: “Barangsiapa yang menyantap tujuh buah kurma antara bagian pinggir yang sudah menghitam (yang dimaksudkan di sini adalah dua sisi kurma yang sudah menghitam dan mengeras kerana saking tuanya) kerana tuanya, maka ia tidak akan terkena racun hingga sore harinya.” Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ahmad
Penemuan tentang khasiat bee pollen dan madu ternyata sudah setua umur manusia, boleh dibilang sejak manusia mengenal tanaman dan bunga. Tak terhitung peninggalan sejarah di seluruh dunia, seperti di Amerika, Spanyol, Perancis, Inggris, Yunani, Italia, Mesir, Timur Tengah hingga Cina membuktikan betapa besarnya peran lebah yang menghasilkan bee pollen, madu, dan royal jelly pada kehidupan manusia. Para filsuf ahli kesehatan dan para tokoh masyarakat masa lampau telah mengkonsumsi bee pollen untuk menyempurnakan kebutuhan makan mereka guna memelihara kesehatan. Mereka juga menggunakannya untuk penyembuhan berbagai penyakit dan pencapaian umur yang panjang,
Pollen adalah serbuk sari bunga-bungaan yang diperlukan untuk membuahi tanaman. Bentuknya berupa debu keemasan dan dikumpulkan oleh lebah-lebah madu. Bee pollen mengandung vitamin, asam amino termasuk seluruh asam amino essensial, mineral, enzim, ko-enzim, karbohidrat, asam lemak essensial dll.
Bee pollen yang masuk ke dalam tubuh manusia akan mengatur dan merangsang metabolisme dengan menyediakan secara lengkap unsur gizi yang dibutuhkan tubuh yang tidak bisa didapat dari makanan sehari-hari sehingga proses metabolisme berjalan baik.
Bee pollen juga mempunyai efek katabolis (penetral) terhadap racun, zat-zat pencemar, atau sisa obat-obatan serta dapat memproduksi sel-sel yang lebih sehat sehingga mampu mempertahankan dan memperpanjang hidup. Pada anak-anak, bee pollen dapat memperbaiki nafsu makan dan memulihkan anemia. Selain itu bee pollen mampu mengatasi krisis biologis di setiap tahap perkembangan serta menjaga agar stamina selalu prima. Penelitian menunjukkan bahwa bee pollen berperan sebagai antibiotic alami melawan bakteri E. Coli dan Proteus. Kandungan asam aminonya lebih lengkap dari sumber protein lain seperti daging, telur dan susu.
Sumber makanan yang paling diistimewakan oleh lebah adalah royal jelly, yang dikenal sebagai susu lebah. Merupakan konsumsi lebah ratu seumur hidupnya. Lebah ratu tidak terlahir demikian tapi dibuat. Saat induk ratu meletakkan telurnya, telah dipersiapkan sel persalinan berukuran super. Namun telur yang diletakkan di sel itu sebenarnya identik dengan telur lain yang dipersiapkan untuk lebah pekerja biosa. Secara genetic tidak ada perbedaan.
Ratu lebah sebagai kepala tertinggi koloni lebah memiliki sedemikian banyak keisimewaan dibandingkan dengan seluruh anggota koloni. Ia memiliki ukuran yang jauh lebih besar, hingga 1,5 kali daripada lebah pekerja, dengan kemampuan reproduksi yang tak terbayangkan, sekitar 2000 butir telur per hari ! Sementara lebah pekerja yang juga betina, sama sekali mandul ! Usianya lebih lama 40 kali dari usia lebah pekerja ! Woow..sungguh fantastis J
Selama 3 hari pertama perkembangan larva lebah pekerja, mereka diberi makan royal jelly dalam madu. Setelah habis dilanjutkan dengan makanan yang lain. Akibat perlakuan ini, terbentuk lebah pekerja dengan kelenjar kelamin yang tidak berkembang, namun berkembang kelenjar hypopharingeal dan kelenjar lilinnya.
Sedangkan untuk membentuk ratu lebah, lebah pekerja telah memasok royal jelly sejak telur calon ratu lebah dalam pengasuhan. Tanpa royal jelly yang kaya gizi ini, ia tak mungkin akan berkembang sebagai ratu, dan dilanjutkan sampai sepanjang hidupnya. Hanya makan royal jelly saja yang membuatnya menjadi ratu.
Sebagai lebah dewasa, ia tidak memiliki kelenjar lilin, dan keranjang pollen di kakinya. Pekerjaan mengumpulkan pollen dan propolis serta membangun sarang dilakukan oleh lebah pekerja. Ia juga tidak memiliki kelenjar hypopharingeal. Namun organ kelaminnya berkembang penuh. Saat ia menetas sebagai ratu lebah, panjangnya 17 mm dengan berat 200 mg, sementara itu lebah pekerja 12 mm dengan berat 125 mg. (Jadi 42% lebih besar dan 60% lebih berat).
Fakta menakjubkan : Ratu lebah mencapai kedewasaan dalam waktu 16 hari, sementara lebah pekerja 21 hari. Rentang usianya sangat hebat, ratu dapat hidup 40 kali lebih lama daripada lebah pekerja,di alam bebas antara 5-7 tahun, sementara lebah pekerja umumnya antara 7-8 minggu saja ! Ratu juga bisa bertelur sekitar 2000 butir per hari, jumlah itu setara 1,5-2 kali berat badannya. Ini semua karena lebah ratu hanya makan royal jelly sepanjang hidupnya ;))
Royal jelly ini berbentuk cairan kental berwarna putih susu, berbau agak tajam dan rasanya sangat pahit. Namun susunan kimianya sangat kompleks, berbagai kandungan gizi yang tinggi terdapat di dalamnya. Ia mengandung unsure DNA dan RNA serta Collagen yang berfungsi sebagai elemen anti penuaan (anti oksidan). Ia juga mengandung Gamma Globulin sebagai anti infeksi dan stimulator daya tahan tubuh, serta Asam Decanoic sebagai anti biotic kuat terhadap banyak macam bakteri dan jamur. Selain itu terkandung pula A, B kompleks, C, D, E, thiamin (vit B1), riboflavin (vit B2), niacin, biotin (vit H), inositol (bagian dari vit B),asam nukleat, gelatin, gamma globulin, asam dekanoat, dan 18 asam amino lainnya.
Manfaat Royal Jelly bagi manusia: Meremajakan jaringan-jaringan sel kulit yang telah berkeriput, sehingga terlihat berseri dan awet muda. Membantu menghilangkan gejala stress seperti migraine, sulit tidur, dan sering gugup. Memperbaiki system metabolisme tubuh yang tidak berfungsi normal seperti kurang nafsu makan, wajah pucat dan kepala sering pusing. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Meningkatkan kerja system reproduksi pada pria dan wanita. Membantu meningkatkan proses pengolahan energi dalam tubuh sehingga tubuh lebih energik dan bergairah. Membantu memperlambat masa menopause dan mengatasi gejala-gejala yang menyertainya.
Propolis adalah substansi bergetah yang melindungi tunas-tunas daun dan mencegahnya agar tidak kering. Warnanya berbeda-beda sesuai dengan sumber tumbuhannya (bisa coklat tua atau warna yang lebih muda dan bahkan bisa kemerah-merahan atau ungu).
Selama berabad-abad lebah membawa propolis ini ke dalam sarangnya, menambahkan sekresi mereka sendiri pada substansi tersebut, dan menyebarkan “antibiotika” yang telah diolah tersebut ke setiap sudut lekuk sarangnya untuk membasmi kuman dan bakteri pada sarang.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa makanan pelengkap alamiah ini memiliki sifat-sifat antibiotic yang mengagumkan. Bee propolis ini mengandung zat besi, vitamin B-kompleks yang aktif secara biologis, provitamin A, vitamin C, vitamin E, asam-asam amino dan mineral-mineral serta kaya akan bioflavonoids alami. Bioflavonoids adalah senyawa-senyawa alamiah yang ditemukan pada tanaman yang dapat mengalami fotosintesa.
Propolis mengandung bermacam-macam bioflavonoids yang sangat pekat. Kepekatan bioflavonoids dalam propolis adalah 500 kali kepekatan jeruk, yang diketahui mengandung bioflavonoids. Kepekatan bioflavonoids ini dipercaya sebagai pembentuk sifat-sifat antibiotic pada propolis.
Manfaat Bee Propolis bagi manusia : * Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit * Membantu menyembuhkan dan menjaga kulit dari masalah-masalah seperti jerawat, gatal-gatal, eksim dll * Menjaga mulut tetap segar dan nyaman * Menyejukkan radang tenggorokan dan membantu sinusitis * Membantu penyembuhan sakit maag, infeksi saluran pencernaan dan saluran kemih
 | MADU | Mar 14, '08 6:42 PM for everyone |
Produk lebah yang paling popular penggunaannya sejak peradaban dimulai adalah madu. Manusia telah memanfaatkannya sebagai makanan, bumbu perasa, obat hingga produk kecantikan. Karena khasiatnya yang hebat inilah bangsa Mesir kuno menggunakannya sebagai bekal kubur yang disertakan bagi rajanya di dalam pyramid, dan digunakan pula sebagai ramuan pengawet mumi itu.
Madu mengandung bermacam-macam logam (seperti Ca, Na, K, Fe, Cl, P, S, J, Mn, Si, Cr, Ni, Za, dsb), vitamin (A, B kompleks, C, D, E, K, H, dsb) dan asam-asam organic (seperti asam laktat, oksalat, sitrat, tartrat, malat, dsb. Termasuk di dalamnya suatu zat yang disebut biogenetic stimulans yang dapat merangsang keaktifan pertumbuhan tubuh manusia. Juga terdapat asam-asam amino esensial, karbohidrat, gula dsb. Secara umum 1 kg madu mengandung kalori sebanyak 3150 Kkal.
Untuk dapat memanfaatkan khasiatnya sebanyak mungkin, kita bisa menggunakannnya dengan cara bermacam-macam, seperti dicampur dalam makanan (kue, roti dsb). Langsung dimakan sebagai tonikum atau digunakan sebagai obat. Madu dapat digunakan untuk beberapa penyakit seperti penyakit luka menahun, luka-luka di mulut, infeksi di kulit, serta luka bakar. Selain kemampuannya mengobati luka, ia memiliki daya antibiotic dan di dalamnya terdapat zat stimulator agar sel-sel jaringan tubuh manusia lebih cepat atau aktif tumbuh dan memperbanyak diri.
Sebagai obat kuat, madu dicampur kuning telur ayam mentah dan merica halus. Dapat pula madu diencerkan dengan air untuk kumur, bila mulut kita sedang meradang atau sariawan. Selain madu memiliki kemampuan disinfektan (pelawan infeksi), ia tidak menyebabkan kerusakan gigi, berkat kemampuannya melawan bakteri penghasil asam laktat. Madu juga bisa melindungi lambung dan usus dari penumpukan asam, berkat kemampuannya sebagai basa. Luka-luka yang terdapat di dalam usus akan lebih cepat sembuh kalau penderita itu selalu makan makanan yang dicampur madu.
Madu juga bisa melawan reaksi panas dari buah durian, seperti gusi bengkak, sariawan atau pening, dengan minum dahulu 1-2 sendok makan madu murni. Madu bila digunakan sebagai bahan kosmetik terbukti sangat baik. Masker dari madu selain bersifat antibiotic, juga bersifat higroskopis tinggi, hingga kotoran yang terdapat di kulit dapat terlarutkan dengan lebih lancar. Sehingga dapat membersihkan pori-pori kulit dengan jauh lebih baik. Maka semua kandungan gizi yang berada di dalamnya bisa menyerap ke dalam kulit dengan lebih baik. Untuk mendapatkan madu murni dengan mempertahankan seluruh kandungan gizinya maka digunakan alat yang disebut Honey Extractor yang menggunakan prinsip sentrifugal. Pertama kedua sisi sel sarang dibuka tutupnya dengan pisau khusus yang telah disterilisasi dengan pemanasan listrik, uap atau air panas. Lalu sarang tsb diletakkan dalam keranjang extractor dan diputar perlahan hingga madu terkumpul di sisi luar. Madu dikeluarkan dan disaring lalu langsung ke tempat penyimpanan. Seluruh pemrosesan dalam suhu dingin. Pemrosesan tanpa pemasakan seperti ini akan menjamin seluruh gizi tetap terjaga utuh.
Madu atau mel merupakan larutan karbohidrat yang dihasilkan oleh lebah madu Apis mellifera atau jenis Apis lainnya (suku Apiidae) dari nektar bunga, yang memiliki aroma sedap maupun rasa manis yang spesifik. Nektar merupakan cairan kental seperti sirup, berwarna kuning atau coklat kekuningan.
Nektar ini diisap ke dalam lidah atau labium lebah pekerja, kemudian masuk ke dalam perut lebah, di mana enzima yang terdapat dalam ludah lebah pekerja tadi mengubah sakarosa dalam nektar menjadi dekstrosa (glukosa) dan fruktosa, yang keduanya disebut gula invert.
Ketika kembali ke sarangnya maka lebah pekerja tersebut memuntahkan nektar yang sebagian telah dicerna menjadi gula invert itu ke dalam sebuah ruang kecil pada sarang lebah, yang terbentuk dari lilin. Lebah penjaga sarang, yang terdapat di sebelahnya melakukan pemrosesan lebih lanjut dalam mulutnya, sehingga terjadi perubahan kimia lebih lanjut.
Dalam proses inilah terbentuk senyawa hidroksi metil furfural, yang bersifat antibakteri dan antikapang. Jadi senyawa ini berfungsi sebagai pengawet madu yang terbentuk. Selanjutnya kelebihan air dalam madu diuapkan, ketika lebah penjaga sarang mengibas-ngibaskan sayapnya di atas ruang kecil madu tersebut dan dengan demikian proses pembentukan madupun selesailah sudah.
Sebelum dimanfaatkan sebagai obat, madu yang diperoleh dari sarang lebah tadi mula-mula dipanaskan pada suhu tidak melebihi 80 derajat Celcius, kemudian dibiarkan beberapa lama untuk memberi kesempatan buih memisah ke permukaan, dan selanjutnya buih tadi dipisahkan. Bobot jenis cairan madu tersebut dijadikan 1,35 sampai 1,36 g tiap ml dengan menambahkan air.
Aroma dan warna madu tergantung kepada bunga dari mana nektar tadi diperoleh. Ada yang aromanya kuat dan ada pula yang lemah. Demikian pula warnanya ada yang gelap dan ada pula yang berwarna muda.
Madu mengandung 70-80 persen gula invert yang terlarut dalam air, sukrosa, maltosa, dekstrin, vit C, vit B1, vit B2, vit B6, asam pantotenat, asam folat, mineral: Na, K, Ca, Mn, Fe, Cu, P, S; enzima, hormon, zat bakterisida, fungisida, zat aromatik, lilin, protein, minyak atsiri dan asam formiat dan serbuk sari bunga.
Terdapat pula bahan penggumpal yang biasanya ada dalam bentuk suspensi dan cenderung merupakan perangsang fermentasi. Madu bereaksi asam dengan derajat keasaman (pH) kurang lebih 3,7. Jika derajat asam ini meningkat maka warnanya menjadi lebih gelap dan aromanya agak sedikit tidak enak. Efek ini terutama nyata pada pH lebih dari 7 dan dianggap berasal dari degradasi gula dalam madu.
Dari uraian di atas jelas bahwa madu memiliki nilai gizi tinggi, karena mengandung karbohidrat, protein, vitamin-vitamin dan mineral. Di samping itu mengandung juga enzima dan hormon. Oleh karena itu pemanfaatannya sangat menyehatkan tubuh, karena zat-zat kandungannya merupakan zat-zat yang diperlukan tubuh.
Selain itu madu dapat memperpanjang usia pemakainya, hal ini terbukti dari pernyataan para pakar zaman dahulu. Pythagoras, bapak ilmu pasti yang tersohor itu, misalnya, menyatakan rasa terima kasihnya karena dengan mengonsumsi sayuran dan madu, usianya dapat mencapai 90 tahun. Juga Hippocrates ahli fisika kenamaan menyatakan, makanan yang dicampur dengan madu dapat mempertinggi derajat kesehatan manusia dan memperpanjang umurnya. Sedang Dioscorides, sarjana Junani itu, menyatakan juga dalam tulisannya bahwa madu itu mujarab sekali terhadap penyakit-penyakit saluran pencernaan maupun luka-luka infeksi.
Sementara Pollius Romillius seorang senator Kerajaan Romawi pada ulang tahunnya yang ke 100 atas pertanyaan Julius Caesar menyatakan, beliau dalam usia 100 itu masih kelihatan segar bugar adalah karena selalu mengonsumsi madu dan bukan lemak-lemak. Selanjutnya Ibnu Sina atau Avisenna seorang sarjana kedokteran ternama itu menyatakan, bahwa madu merupakan faktor yang dapat memperpanjang usia dan dapat memelihara kesegaran bekerja para lansia.
Menurut Farmakope Cina penggunaan madu dapat meringankan nyeri di perut, menekan batuk dan menghilangkan sembelit.
Bayi yang baru lahir hanya diizinkan konsumsi ASI tanpa sambungan makanan apapun selama enam bulan. Seorang ibu tidak perlu merisaukan bentuk tubuh dan payudara saat menyusui. Karena dengan sendirinya bentuk tubuh kembali ideal. Dengan menyusui, seorang ibu bisa terhindar dari kanker juga menghambat kehadiran anak baru. Untuk itu seorang ibu harus benar-benar menjaga kualitas dan kuantitas makanan. Bila sebelumnya, makan untuk diri sendiri tapi setelah melahirkan, jelas makan sekali untuk dua orang. Karena itu, perbanyak makan sayuran hijau, kacang-kacangan, buah dan minum susu. Tapi kadang nafsu makan ibu berkurang karena beban kerja dan harus begadang setiap malam. Untuk menyiasati, seorang ibu bisa konsumsi madu ditambah buah adas yang ada di toko obat tradisional atau pasar-pasar tradisional. Menurut dr Adji Suranto, SpA, buah adas yang sudah matang mengandung minyak atsiri (atenol, dipinen, felandren, dipenten dan fenkon), metil khavikol, sponin, minyak lemak, coumarin dan flavonoid. Dalam bidang pengobatan, buah adas digunakan untuk penderita sakit perut, kembung, sebagai pelancar kencing, meredakan batuk, tambah nafsu makan, anti radang dan obat diare. Biasanya yang dimanfaatkan adalah buah matang dan berbau khas aromatik, serta jika dijilat, rasanya seperti kamper. Bahan yang disiapkan untuk suplemen ASI; madu 300 cc, pollen 50 gram, buah adas kering 25 gram dan air 450 cc. Cara membuat, buah adas kering dihancurkan kasar lalu direbus dalam air yang mendidih 450 cc hingga volume jadi 150 cc. Air rebusan disaring dan diambil. Setelah hangat, masukkan madu dan aduk sampai rata. Tunggu sampai dingin, lalu campur pollen sambil diaduk merata. Ramuan siap diminum tiga kali, 1-2 sendok makan per hari.
Pembagian kerja koloni lebah telah menjadi contoh bagi kehidupan manusia. Insekta ini hidup bergotong royong, saling bahu membahu menyelsaikan tugasnya masing-masing. Kehidupan tersebut memberi inspirasi bagi para penelitin untuk terus menjadikan kehidupan mereka sebagai objek penelitian. Prof Jurgen Tautz, peneliti prilaku lebah dari Universitas Wurzburg di Jerman, menyatakan lebah yang berada di sarang tidak sedang bermalas-malasan. Penelitiannya menunjukan hasil mencengangkan. Dibantu peralatan canggih seperti sensor panas, microchip yang ditempelkan pada tubuh lebah atau penala getaran menunjukan bahwa lebah-lebah yang kelihatannya sedang tidur siang itu, sebetulnya bekerja lebih keras ketimbang mencari pakan. Lebah-lebah itu tidak pernah beristirahat, mereka menjalankan tugas menjadi mesin pengatur temperature di dalam sarang. Sejak lama, para peternak mengetahui suhu udara di dalam sarang tetap sama rata-rata 35 derajat Celcius. Suhu ini berlaku baik pada musim panas maupun musim dingin. Ternyata, rahasianya ada pada lebah-lebah itu sendiri. Lebah yang tidak mencari makanan, bertugas menggerakan tubuhnya di dalam sarang seolah-olah sedang terbang. Pergerakan tersebut selanjutnya membentuk panas, panas tubuh inilah yang berfungsi sebagai regulator temperatu di dalam sarang. Penelitian Prof Tautz menunjukan setiap 20 menit sekali lebah-lebah itu melakukan pergantian. Lebah yang kelelahan diganti lebah yang masih segar, begitu seterusnya. Pengukuran teliti menunjukan di sebagian lokasi, suhu bahkan bisa mencapai 43 drajat celcius. Bagi manusia suhu tubuh setinggi itu sudah berarti kematian. Tapi lokasi yang suhunya lebih tinggi itu adalah mesin penetas telur. Tugas pemanasan sarang sama beratnya dengan pendinginan sarang. Jika musim panas dan suhu sarang terlalu tinggi. Lebah pengatur sarang berubah menjadi mesin pendingin. Bagi lebah, mempertahankan suhu yang nyaman merupakan tugas sehari-hari untuk menjaga kenyamanan koloni.
Balita dan anak-anak punya kecenderungan susah makan. Kadang orang tua harus miliki banyak resep masakan guna menggugah selera makan anak. Tetapi tetap saja tidak mempan, ditambah semakin banyaknya jenis camilan yang tersedia di sekitar anak. Selain gizi anak kurang terpenuhi, akibat kurang asupan makanan bergizi berdampak juga pada kecerdasan anak. Apalagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan, asupan makanan dengan kecukupan gizi sangat dibutuhkan tubuh. Sejak zaman nenek moyang telah dikenalkan rimpang temulawak yang digunakan untuk mengatasi keluhan ibu dalam masalah anak susah makan. Baik dengan cara dibuat jamu, diambil sari patinya untuk bubur atau direbus saja. bahkan di zaman modern ini, ibu tidak perlu pusing lagi karena sari temulawak sudah tersedia dalam bentuk sirup dengan berbagai rasa yang disukai anak-anak. Tapi alangkah bagusnya jika kita kembali menggunakan resep nenek moyang yang alami tanpa zat kimia. Untuk menghilangkan aroma temulawak dan memberikan rasa manis agar disukai anak-anak, perlu ditambahkan madu. Sudah kita ketahui kalau madu berkhasiat untuk menghasilkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Sehingga tepat kiranya mencampurkan madu dengan sari temulawak untuk membuat ramuan herbal penambah nafsu makan anak. Bahan yang diperlukan adalah temulawak segar 3 ibu jari (100 gr), dipilih yang tidak terlalu tua dan terlalu muda. Madu kapuk 300 cc, madu lengkeng (akasia) 300cc, air 300cc. Cara membuatnya, temulawak dikupas lalu dipotong halus (semakin halus potongan semakin baik). Selanjutnya direbus selama 30 menit sejak air mendidih atau sampai volume air menjadi setengahnya (150 cc). Hasil rebusannya disaringdan diambil airnya. Setelah hangat (600 C) masukka madu sambil terus diaduk hingga tercampur merata. Campuran baru bisa digunakan setelah dibiarkan semalam dan diminum 3 kali 1 sendok makan per hari sebelum makan.
Sejak dalam kandungan, gizi anak harus tetap terjaga. Salah satu untuk menambah pelengkap gizi adalah madu. Pemberian madu terutama kepada janin, maupun balita dimaksudkan untuk membantu pertumbuhan tubuh, berkhasiat bagi pengembangan otak dan kecerdasannya. Sejak masih dalam kandungan pun madu sangat baik diberikan melalui ibunya, tapi jangan berlebihan. Zat gula yang mudah diserap oleh tubuh melancarkan pencernaan, menghindarkan kejang (kholik) pada bayi, mengatasi kebiasaan mengompol, tidur lebih nyenyak, mengatasi batuk, mengatasi gangguan pernapasan, menyuburkan rambut, sembelit dan lain-lain. “Madu dapat dikonsumsi oleh siapa saja, baik tua maupun muda, bahkan anak usia balita (bawah lima tahun). Namun harus diingat, madu yang baik adalah madu murni,”ujar Prof Hembing Wijayakusuma. Zat-zat yang terkandung dalam madu, antara lain air, levolusa (d-fruktosa), dekstrosa (d-glukosa), sukrosa, dekstrin, protein, acid-acid tumbuhan, garam-garam galian, gum, resin, tinggi vitamin C dan mengandung semua vitamin yang dibutuhkan tubuh. Madu juga kaya akan mineral-mineral seperti zat besi, tembaga, silikon, khlor, kalsium, potasium, sodium, fosfor, magnesium dan aluminium. “Jumlah kandungan mineral pada madu berbeda-beda, tergantung pada sumber-sumber mineral tanah tempat tumbuhnya bunga yang disedot oleh lebah-lebah untuk dibuat menjadi madu,”tambah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur serta Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur se-Indonesia (Hiptri). Manfaat madu bagi kesehatan lainnya yaitu gangguan paru-paru, tukak lambung, tekanan darah tinggi, sakit perut, batuk, selesma, pegal linu, sakit pinggang, kaku pada leher, rematik, pengapuran, sembelit, memperlancar buang air kecil, menyuburkan rambut, sakit kepala dan meningkatkan stamina. Pemanfaatan madu dapat dikombinasikan dengan bahan obat alamiah, misalnya jamur, air rebusan maupun dengan cara diblender atau jus.
Tradisi minum teh yang biasa dilakukan orang Inggris jaman dulu ternyata memiliki efek baik bagi kesehatan. Riset terbaru yang dirilis awal Maret memberikan solusi bahwa mencampur teh hijau dan madu terbukti efektif menurunkan bakteri penyebab penyakit (patogen) dalam daging yang kita konsumsi. "Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan campuran teh melati dan madu atau teh hijau dan madu memiliki aktivitas mikrobial yang tinggi," jelas pemimpin riset Daniel Fung, profesor dari Kansas State University. Studi dilakukan pada medium cair dengan menggunakan ekstrak teh dan madu yang terbukti bisa mengurangi bakteri Listeria monocytogenes dan E. coli O157:H7. Listeria adalah bakteri berbahaya yang ditemukan pada susu mentah, es krim, keju lunak, dan daging ikan mentah. Pada medium cair, komponen jadi mudah berinteraksi dengan organisme. Peneliti juga meneliti makanan padat, yang termasuk jenis medium yang sulit untuk mencari reaksi komponen-komponen yang menghalangi perkembangan bakteri patogen. Dalam riset tersebut, peneliti menggunakan irisan tipis daging dada kalkun, yang diberi campuran teh melati dan madu kental, hasilnya tingkat bakteri Listeria monocytogenes turun 10 sampai 20 persen, presentase yang sama juga ditemukan saat campuran teh dan madu digunakan pada hot dog. Kadar pengurangan tertinggi ditemukan pada hot dog yang mengandung sodium lactate, potassium lactate dan sodium diacetate. "Dalam hot dog jenis itu campuran teh dan madu bisa menekan pertumbuhan patogen, dibanding hot dog yang tak mengandung komponen. Hot dog masih mengalami pengurangan patogen setelah 14 hari masa pecobaan," papar Fung Demi alasan kesehatan Fung menganjurkan teh sebagai minuman wajib dikonsumsi setiap hari terlebih bagi mereka yang suka makan daging dan sayuran mentah. "Biasakanlah untuk menggunakan teh dan madu saat mencuci daging mentah agar komponen asing yang berbahaya bagi kesehatan terbuang. Akan lebih baik jika anda menggunakan bahan alami daripada asam laktat," tambah Fung seperti dilansir Newswise.
Cairan manis madu alami, selain sangat berkhasiat sebagai obat dan bermanfaat untuk menunjang kesehatan dan kecantikan, juga seringkali dipakai di dapur atau di meja makan sebagai pemanis rasa roti, campuran minuman, ataupun untuk membuat bolu, kue kering, aneka minuman, bahkan membumbui berbagai hidangan daging serta ikan. Namun sebagaimana kita ketahui, madu alami memiliki sifat higroskopis yakni mudah menyerap air dari udara di sekelilingnya, sehingga bila kadar airnya meningkat, akan mengalami fermentasi (peragian). Bila sampai mengalami fermentasi, tentu bias pula mengalami penurunan mutu dan khasiatnya bias menjadi rusak. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang cara penyimpanan yang baik dan benar. Madu alami sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan sejuk karena dapat menyerap dan menahan air. Bila disimpan di tempat basah atau dingin, gampang lembab. Jangan masukkan madu ke dalam kulkas karena selain jadi lembab juga menggumpal. Suhu penyimpanan yang dianjurkan adalah 5-10 derajat celcius. Sebab telah banyak terbukti jika disimpan dalam suhu rendah, akan dapat lebih tahan lama. Bila madu mengkristal, maka untuk mencairkannya dengan cara membuka tutup botol dan rendamlah di dalam air hangat (suhu 60 derajat Celcius hingga kembali cair. Atau boleh dipanaskan dengan microwave 1-3 menit. Aduk setiap 30 detik sampai benar-benar mencair. Bila hendak mengambil, mengukur atau menakar madu alami dengan menggunakan sendok yang hendak digunakan ituke dalam air panas, agar cairanya tidak menempel di sendok. Madu alami boleh digunakan untuk mengganti bahan pemanis lain dan bisa untuk pemanis dalam berbagai jenis minuman, terutama minuman dingin. Bila hendak merubah resep cake atau kue-kue, khususnya mengganti gula pasir dengan madu alami dalam jumlah takaran yang sama,jangan lupa kurangi bahan cair (susu, air, jus buah) ¼ dari bagian jumlah cairan yang tertulis dalam resep. Dan bila menggunakan madu untuk membuat cake jangan lupa kurangi suhu oven saat memanggang 15 derajat Celcius. Sebab cake yang memakai madu, biasanya akan lebih cepat gosong. Bila hendak menggunakan madu sebagai bumbu penyedap masaklan, pilihlah madu yang beraroma lembut. Campurkanlah madu yang berwarna gelap atau semakin terlihat gelap warna madu umumnya akan semakin keras aromanya dan juga citarasanya. Karena madu alami juga dapat menyerap bau, maka tempat penyimpanan harus di dalam wadah yang tertutup, dan yang terbaik justru botol khusus yang terbuat dari bahan gelas. Karena madu tak baik bila disimpan dalam wadah yang terbuat dari logam. Madu tidak boleh diseduh dengan air panas, karena akan dapat merusak nilai gizi ataupun komposisi yang terkandung di dalam. Kecuali jika langsung diminum buka untuk disimpan dalam waktu yang lama. Karena itu tak baik membersihkan madu bila hendak memisahkan lilin dengan cara dipanaskan. Menurut hasil penelitianm, madu alami yang disimpan dalam suhu kamar akan berkurang 3,6% pada tahun pertama dan bertambah pengurangan mutu 25,4% akibat proses peragian pada tahun kedua.
|
|